Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Education Dialogue: Showcasing Indonesian Education Reform to Palestinian Ministry of Education di Graha Utama, Gedung A, Kemendikdasmen, Jakarta, pada Jumat (17/4).
Semarak.co – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menyampaikan, dialog ini bukan merupakan forum satu arah, melainkan ruang kolaboratif untuk saling belajar.
“Indonesia berbagi pengalaman reformasi pendidikan, namun kami juga belajar dari ketangguhan sistem pendidikan Palestina dalam menjaga keberlanjutan pembelajaran di tengah situasi krisis,” katanya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Sabtu (18/4/2026).
Kemendikdasmen memaparkan berbagai kebijakan dan program reformasi pendidikan yang tengah dijalankan, antara lain reformasi kurikulum, penguatan pengembangan dan pengelolaan guru, serta strategi pemulihan pembelajaran.
Wamendikdasmen menjelaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang literasi dan numerasi, tetapi juga tentang pembangunan identitas, penanaman nilai, dan penguatan kohesi sosial. Pendidikan berperan dalam menumbuhkan toleransi dan membangun masyarakat yang saling menghormati.
Atip Latipulhayat menekankan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun harapan dan ketahanan masyarakat, khususnya bagi Palestina yang tengah menghadapi berbagai tantangan.
“Kami meyakini bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membangun harapan, memperkuat ketahanan masyarakat, dan menyiapkan generasi masa depan. Dalam konteks Palestina, peran ini menjadi semakin krusial dalam menjaga keberlanjutan sosial dan budaya,” jelasnya.
Minister Counsellor Kedutaan Besar Australia, Tim Stapleton, menambahkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam pembangunan global. “Pendidikan adalah hak asasi manusia dan instrumen penting untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesetaraan, serta mendorong perdamaian dan stabilitas,” tegasnya.
Dirjen Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan Kementerian Luar Negeri Daniel Tumpal Sumurung Simanjuntak, menyampaikan dukungan terhadap penguatan kerja sama trilateral antara Indonesia, Australia, dan Palestina, khususnya dalam bidang pendidikan sebagai bagian dari upaya diplomasi pembangunan dan kemanusiaan.
“Suatu kehormatan bagi Indonesia dapat berpartisipasi dalam dialog ini sebagai bagian dari kerja sama Indonesia, Australia, dan Palestina yang terus diperkuat,” ujar Dirjen Daniel.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Delegasi Palestina akan melaksanakan kunjungan lapangan ke sejumlah daerah, seperti Yogyakarta dan Surabaya, untuk melihat secara langsung implementasi kebijakan pendidikan di satuan pendidikan. (hms/smr)




