Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menyambut positif peluncuran layanan PANDAWA 24 JAM (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp) oleh BPJS Kesehatan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan pada Rabu (15/4/2026).
Semarak.co – Wamendukbangga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan bahwa inovasi layanan publik berbasis digital menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di tengah momentum bonus demografi.
“Ini bukan sekadar inovasi layanan, tetapi juga cerminan komitmen menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, cepat, dan berbasis digital,” ujar Wamen Isyana. dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Rabu malam (15/4/2026)
Menurutnya, kehadiran layanan PANDAWA 24 JAM menjadi solusi konkret dalam mengatasi berbagai hambatan akses layanan administratif kesehatan yang selama ini dihadapi masyarakat.
Isyana menekankan pentingnya akses layanan kesehatan. Dalam perspektif kependudukan, akses terhadap layanan kesehatan yang mudah dan responsif merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia seperti yang tercantum dalam Asta Cita
Tanpa masyarakat yang sehat, produktivitas akan terhambat. Tanpa sistem perlindungan yang kuat, kerentanan sosial akan meningkat,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa transformasi digital seperti PANDAWA juga berperan dalam memperkuat ketahanan kependudukan (demographic resilience).
Menurut Isyana, layanan PANDAWA 24 JAM tidak hanya menghadirkan kemudahan administrasi, tetapi juga berkontribusi dalam memperkecil kesenjangan akses layanan kesehatan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem jaminan kesehatan nasional.
Isyana menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Pandawa BPJS Kesehatan merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi lintas kementerian dan lembaga mampu melahirkan terobosan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito, menyampaikan bahwa layanan ini dikembangkan dengan pendekatan customer centric untuk merespons kebutuhan masyarakat melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.
“Secara paralel, Program Collaborative juga dijalankan untuk memperluas jangkauan layanan terintegrasi, sehingga melibatkan sinergi dengan berbagai stakeholders dalam implementasinya,” jelasnya. (hms/smr)





