Tokoh Papua Natalius Pigai. foto: internet

Mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai membocorkan bahwa dirinya bersama Fadli Zon pernah diusulkan Prabowo Subianto untuk menjabat menteri, tapi kata Pigai ditolak Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ini disampaikannya dalam menanggapi penghargaan Bintang Mahaputra Naraya.

semarak.co– Putra asli Papua ini tetap meyakini tanda jasa kehormatan RI Bintang Mahaputra Nararaya yang dianugerahkan Presiden Jokowi kepada Fadli Zon dan Fahri Hamzah hanya sebatas basa-basi. Dia pun bertanya setengah menantang, apakah Jokowi bakal menggaet dua mantan pimpinan DPR itu masuk dalam Kabinet Indonesia Maju.

“Saya tetap konsisten pada pendapat, jika Jokowi bukan pendendam dan pembenci, kenapa Fadli Zon dan saya yang diusul Pak Prabowo (jadi menteri) tapi Jokowi tolak?” kata Natalius Pigai kepada redaksi idtody.com yang juga di posting pada akun Twitter @NataliusPigai2, Sabtu (15/8/2020).

Natalius Pigai sebelumnya sudah pernah menyampaikan, dirinya dan Fadli Zon pernah ditolak Jokowi sebagai calon menteri yang disodorkan Prabowo Subianto. Tokoh asal Papua ini yakin, dia dan Fadli Zon ditolak Jokowi karena alasan benci dan dendam.

“Penghargaan sekedar basa-basi. Pasca penghargaan ini, apa Jokowi aakan tunjuk Fadli dan Fahri jabatan? Bukan kita rendahkan bintang jasa negara, tapi jasa itu diberi oleh yang pendendam, benci dan tidak kredibel. Saya dan Fadli Zon diusulkan oleh Pak Prabowo jadi menteri, tapi Jokowi tolak kami dua,” kata Natalius Pigai, Selasa (11/8/2020).

Kembali pada pernyataan Natalius Pigai hari ini, dia sudah mengetahui jawaban kenapa dia ditolak jadi menteri. “Kalau saya orang Papua sudah duga, dia (Presiden Jokowi) rasis dan benci Papua,” ucap dia. (net/smr)

 

sumber: rmol.id dikutip idtoday.com.

LEAVE A REPLY