Iran mengklaim bahwa negaranya tak akan kekurangan bahan bakar selama perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel masih terus berlangsung. Hal itu dikatakan Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad di ibukota Iran, Teheran, Selasa (31/3/2026).
Semarak.co – mengeklaim pihaknya tidak akan mengalami gangguan pasokan bahan bakar di tengah agresi militer yang dilakukan AS dan Israel, karena diskon penjualan minyak menyusut dan harga rata-rata naik tajam. Demikian dilansir AntaraNews.com dari SputnikIndonesia (31/3/2026).
“Tidak ada alasan untuk khawatir terhadap pasokan bahan bakar. Langkah-langkah yang diperlukan telah diterapkan di bidang ini. Masyarakat dapat yakin bahwa tidak akan ada masalah. Diskon penjualan minyak telah turun drastis. Harga jual rata-rata telah melonjak signifikan,” kata Mohsen.
Pada hari Senin (30/3/2026), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika akan meledakkan dan melenyapkan sepenuhnya semua pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg dan pabrik desalinasi Iran.
Pada akhir Februari 2026 lalu, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Republik Islam Iran, termasuk di ibukota Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil meningkat tajam.
Namun Republik Islam Iran tak berdiam diri. Teheran pun tetap konsisten dengan ancamannya semula, yakni denganĀ membalasnya dengan menyerang balikĀ ke sejumlah wilayah Israel dengan melepas sejumlah rudal, dan juga fasilitas militer AS di Timur Tengah. (net/anc/spk/kim/smr)





