Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan bantuan berupa paket logistik untuk anak yatim dan kaki palsu bagi kaum difabel sebagai upaya memberikan kebahagiaan dan keringanan beban bagi mereka yang membutuhkan.
semarak.co-Acara penyaluran bantuan dilakukan dalam acara Kick Off Kolaborasi Program Pemberdayaan Zakat dan Wakaf 2024 & Lebaran Yatim 2024 dengan tema Berbagi Cinta Berlimpah Berkah dibuka Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki di Auditorium Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, Selasa (16/7/2024).
Paket logistik keluarga yang disalurkan berisi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan makanan lainnya. Sementara bantuan kaki palsu bagi anak-anak yatim yang membutuhkan diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup mereka.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan menyatakan, program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS terhadap anak yatim dan duafa serta mereka yang mengalami kesulitan berjalan akibat kondisi fisik yang membatasi gerak mereka.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan kebahagiaan bagi mereka yang merayakan Lebaran, serta membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ujar Saidah dirilis humas Baznas usai acara melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Selasa (16/7/2024).
Saidah juga berharap, program bantuan ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak anak yatim serta keluarga kurang mampu yang terbantu. Ia mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi dalam program-program BAZNAS untuk mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata.
“Dengan adanya bantuan ini, diharapkan anak-anak yatim dapat merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan dan keceriaan, serta merasakan perhatian dan kasih sayang dari sesame,” kata Saidah lagi.
Indra Herlawan, seorang penyandang disabilitas yang selama ini mengalami kesulitan dalam bekerja dengan keterbatasan yang dimiliki menjadi salah satu penerima manfaat program. Indra berharap, kaki palsu yang diberikan oleh BAZNAS diharapkan dapat memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari.
“Alhamdulillah, saya dapat bantuan kaki palsu dari BAZNAS, yang biasanya saya tidak bisa bekerja sekarang sudah bisa beraktivitas kembali seperti sediakala. Terima kasih kepada BAZNAS, saya sangat bahagia,” kata Indra dirilis humas Baznas.
Di bagian lain dirilis humas Baznas sebelumnya, melalui Program BAZNAS Microfinance membantu mengentaskan Wiri Lidya, 34 tahun, salah satu mitra di Bukik Cangang, Kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, dari jeratan rentenir.
Program BAZNAS Microfinance bertujuan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa dengan memberikan akses terhadap pembiayaan produktif, seperti usaha kecil dan menengah, pertanian, peternakan, dan perikanan.
“BAZNAS sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat di Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk mengangkat kesejahteraan umat, terutama bagi mereka yang berada dalam kesulitan ekonomi,” ujar Saidah dirilis humas Baznas usai acara melalui WAGroup BMC, Selasa (16/7/2024).
Salah satu permasalahan besar yang sering dihadapi masyarakat kita adalah ketergantungan pada rentenir. “Praktik ini tidak hanya menambah beban ekonomi, tetapi juga menjerat mereka dalam lingkaran utang yang sulit diputus,” tambahnya.
Melalui Program BAZNAS Microfinance ini, Saidah menegaskan, pihaknya berkomitmen memberikan solusi konkret dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan. Program ini tidak hanya menyediakan pembiayaan mikro yang bebas dari riba.
“Tapi juga memberikan pelatihan dan pendampingan agar usaha mikro mereka dapat berkembang dengan baik. Dengan demikian, mereka tidak hanya terbebas dari jeratan rentenir, tetapi juga mampu meningkatkan taraf hidupnya secara mandiri,” ujarnya.
Saidah berharap, melalui upaya bersama ini dapat menciptakan perubahan yang signifikan. Dukungan dan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat luas, sangat diperlukan untuk keberhasilan program ini.
“Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program ini. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dan kemudahan dalam setiap langkah kita,” harapnya.
Sementara Wiri Lidya, 34 tahun, salah satu mitra di Bukik Cangang, Kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS karena telah membantu mengentaskan keluarganya dari jeratan rentenir.
Wiri menjelaskan, sebelum mendapat bantuan dari BAZNAS omzet usaha setiap bulannya Rp2.200.000 dan setelah dibantu BAZNAS menjadi Rp3.000.000. Penghasilannya tersebut ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membantu biaya orang tua, dan kuliah saudaranya.
“Terima kasih kami sampaikan kepada muzaki yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, Program BAZNAS telah membantu kami terus berkembang. Semoga kami dapat menjadi muzaki kelak,” katanya.
Berkat bantuan yang diperoleh dari BAZNAS, Wiri kini dapat menjalankan usaha dengan nyaman tanpa harus memikirkan utang. Bantuan BAZNAS Microfinance Desa adalah program pembiayaan produktif kepada para mustahik dengan prinsip nonprofit dalam rangka pengembangan usaha. (smr)





