Atlet panahan Indonesia Salsabila Agata Riau Ega (kanan) yang berpasangan dengan Choirunisa Diananda membidik target pada pertandingan Final Panahan Recurve Tim Campuran SEA Games ke-30 di Lapangan Parade Ground Clark Freeport, Filipina, Minggu (8/12/2019). Foto: internet

Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) mengagendakan menggelar dua program pelatihan nasional (pelatnas) yang terbagi dalam tim untuk Olimpiade Tokyo dan tim SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam.

semarak.co -Sekjen PP Perpani Nyak Amir mengatakan, dua program persiapan ini merujuk pada ditundanya Olimpide Tokyo 2020 hingga tahun depan akibat pandemi virus corona penyebab COVID-19, sehingga mengubah semua rencana pemusatan latihan.

“Karena kita ini kan ada dua yang kita tawarkan ke Kemenpora kemarin. Ada pelatnas Olimpiade dan pelatnas berkesinambungan yang akan kita seleksi dan kita persiapkan April karena targetnya SEA Games 2021 dan Asian Games 2022,” ujar Nyak Amir saat dihubungi di Jakarta, Senin (30/3/2020).

Awalnya, pemusatan latihan digelar pada awal Maret ini. Namun, wabah COVID-19 yang terjadi membuat Perpani harus mengubah rencana dan langsung menyiapkan program jangka panjang. “Mudah-mudahan dalam minggu ini sudah ada arah dari Kemenpora bagaimana pelatnas yang akan kita laksanakan dan teruskan,” kata dia.

Adapun atlet yang disiapkan, kutip dia, berjumlah delapan orang untuk olimpiade dan delapan orang menghadapi SEA Games 2021. Setelah selesai olimpiade maka seluruhnya akan digabung untuk persiapan SEA Games 2021 dan Asian Games 2022.

“Atletnya berbeda tetapi nanti akumulasinya di SEA Games karena olimpik yang dipertandingkan cuman divisi recurve sedangkan nanti SEA Games dan Asian Games ada dipertandingkan divisi compound,” ujar dia.

Artinya, rinci dia, delapan orang pelatnas berkelanjutan kita mempersiapkan atlet compound, nantinya ke SEA Games ada 16 atlet yang kita persiapkan dan Asian Games juga 16 yang kita persiapkan. (net/lin)

LEAVE A REPLY