Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam tangkapan layar akun Youtube BNPB Indonesia saat menayangkan jumpa pers penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (21/5/2020). Foto: indopos.co.id

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat hingga Senin sore (30/3/2020), total positif COVID-19 di Indonesia sudah tembus 1.414 kasus, sementara 75 orang sembuh dan 122 meninggal dunia.

semarak.co -Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan, pasien yang sembuh bertambah 11 kasus, sementara yang meninggal bertambah 8 kasus. Sebelumnya pada Minggu (29/3/2020), tercatat 1.285 kasus positif COVID-19, 114 orang meninggal dan 64 orang sembuh.

“Ada penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 129 kasus baru. Sehingga total menjadi 1.414 positif. Penularan di luar masih terjadi, kasus positif msih bertambah, saya mengingatkan kembali untuk jaga jarak,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB di Jakarta, yang disiarkan secara daring, Senin (30/3/2020).

Data tersebut merupakan pembaruan yang dilakukan sejak Minggu (29/3/2020) pukul 12.00 WIB, hingga Senin (30/3/2020), pukul 12.00 WIB. Gugus Tugas merincikan data positif COVID-19 di Indonesia, yaitu di Provinsi Aceh lima kasus, Bali 19 kasus, Banten 128 kasus, Bangka Belitung satu kasus, Yogyakarta 18 kasus, DKI Jakarta 698 kasus.

Selanjutnya di Jambi dua kasus, Jawa Barat 180 kasus, Jawa Tengah 81 kasus, Jawa Timur 91 kasus, Kalimantan Barat sembilan kasus, Kalimantan Timur 17 kasus, Kalimantan Tengah tujuh kasus, Kalimantan Selatan lima kasus dan Kalimantan Utara dua kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau enam kasus, NTB dua kasus, Sumatera Selatan dua kasus, Sumatera Barat delapan kasus, Sulawesi Utara dua kasus, Sumatera Utara 13 kasus, Sulawesi Tenggara tiga kasus.

Adapun di Sulawesi Selatan 50 kasus, Sulawesi Tengah tiga kasus, Lampung delapan kasus, Riau tiga kasus, Maluku Utara dan Maluku masing-masing satu kasus, Papua Barat dua kasus, Papua sembilan kasus, serta satu kasus positif di Sulawesi Barat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat hingga hari ini Senin (30/3/2020), total jumlah kasus positif wabah virus corona jenis baru atau COVID-19 mencapai 720 kasus, sementara yang sembuh sebanyak 48 orang  dan 76 meninggal dunia.

Berdasarkan laman corona.jakarta.go.id, dilasir kantor berita antara, angka itu merupakan pembaharuan hingga pukul 08.00 WIB Senin pagi (30/3/2020) dan belum ada laporan lagi hingga Senin siang ini. Jumlah itu meningkat dibanding pada hari Minggu kemarin (29/3/2020), yakni 701 kasus positif.

Dengan demikian terdapat penambahan 19 pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19. Sementara korban meninggal dunia tercatat 76 orang atau naik sembilan kasus dibanding hari Minggu kemarin (29/3/2020).

Pasien sembuh tetap berada di angka 48 orang.Adapun, 445 pasien positif COVID-19 tengah dirawat di rumah sakit dan 151 pasien melakukan isolasi mandiri. Untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP), tercatat 2.289 pasien di wilayah DKI Jakarta dengan rincian 498 pasien masih dipantau dan 1.791 pasien telah selesai dipantau

Sementara itu, ada 1.046 orang masuk dalam status pasien dalam pengawasan (PDP). Rinciannya 708 orang dirawat dan 338 dinyatakan negatif sehingga diperbolehkan pulang.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan status tanggap darurat di ibu kota terkait virus corona (COVID-19) diperpanjang hingga 19 April. “Pembatasan tetap berjalan, karena itu status tanggap darurat diperpanjang dimana semula sampai 5 April menjadi 19 April,” kata Anies.

Artinya, kata dia, kegiatan bekerja dari rumah untuk jajaran pemerintahan, Polda dan Kodam dan sipil akan tetap bekerja di rumah. Selain itu, Anies mengatakan penutupan tempat-tempat wisata di ibu kota juga akan diperpanjang. Begitu juga kegiatan belajar-mengajar. (net/lin)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY