Pengerahan Kapal Induk AS ke Iran, dikritik PBB

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinannya atas laporan bahwa Amerika Serikat mengerahkan kelompok kapal induk ke Timur Tengah untuk mengancam negeri Persia Iran dan memerluas kehadiran militernya di wilayah tersebut pada 22 Januari 2026 lalu.

Semarak.co – PBB menyatakan keprihatinan itu pada Senin atas laporan AS mengerahkan kelompok kapal induk ke Timur Tengah dan memperluas kehadiran militernya di wilayah itu. Presiden AS Donald Trump mengatakan, kapal-kapal AL AS bergerak menuju Iran “untuk berjaga-jaga.”

Ditanya tentang laporan tersebut, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan dalam konferensi pers seperti dilansir Tempo.co dari Anadolu (27/1/26/. “Jelas kami melihat laporan-laporan tentang meningkatnya ketegangan militer, yang memang sangat mengkhawatirkan.”

Menanggapi laporan tentang dugaan penggunaan kekerasan oleh pasukan keamanan Iran terhadap para demonstran, Dujarric mengatakan, “Izinkan saya mengatakan, kami telah melihat berbagai laporan jumlah orang sangat tinggi yang dibunuh oleh pasukan keamanan, para demonstran yang dibunuh oleh pasukan keamanan.”

“Jumlahnya bervariasi, tetapi bahkan tanpa angka yang tepat, jelas bahwa situasi di lapangan sangat mengerikan dalam hal pembunuhan ini,” tambahnya. Dujarric menyebut PBB juga khawatir dengan implikasi regional yang lebih luas dari perkembangan terkini.

Dujarric menyatakan bahwa, “Pada saat yang sama, kami amat sangat prihatin tentang peningkatan aktivitas dan retorika militer Amerika Serikat, yang menurut kami amat sangat bertentangan dengan stabilitas dalam kawasan.”

Puluhan ribu orang telah berunjuk rasa di berbagai kota di Iran karena keluhan ekonomi dan depresiasi rial. Hal ini mendorong Trump untuk memeringatkan akan adanya “penyelamatan” AS jika para pengunjuk rasa terbunuh, dengan mengatakan pasukan AS “siap siaga.”

Trump mengatakan dia sedang mempertimbangkan “respons keras,” mengancam akan mengambil tindakan jika eksekusi massal berlanjut. Dia lalu melunakkan retorikanya, dengan menyatakan Teheran telah berhenti membunuh para pengunjuk rasa setelah peringatannya.

Para pejabat Iran telah memeringatkan setiap serangan AS akan memicu respons “cepat dan komprehensif”. Kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, dilaporkan akan menyerang Iran dalam 1-2 hari, menurut laporan The New York Times seperti dikutip Antaranews.com pada Senin.

Pasukan AS juga dilaporkan telah mengirimkan belasan pesawat tempur tambahan untuk memerkuat kelompok penyerang mereka di wilayah tersebut. Sebelumnya pada hari itu, dengan mengutip seorang pejabat AS, Fox News melaporkan, kelompok tempur kapal induk telah memasuki wilayah tanggung jawab CENTCOM di Samudra Hindia.

Sementara itu, setidaknya tiga pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat dipindahkan dari Jerman ke negara-negara di Timur Tengah, termasuk Kuwait dan Qatar, dalam dua hari terakhir, menurut data Flightradar24.

Menurut layanan pelacak penerbangan, sebagaimana dilaporkan Sputnik pada Senin, sebuah pesawat tanker Boeing KC-135R Stratotanker mendarat di Qatar Ahad pukul 18.23 GMT (Senin, 01.23 WIB). Kemungkinan besar pesawat itu berangkat dari Pangkalan Udara AU AS Ramstein di Jerman.

Selain itu, pada Sabtu sekitar pukul 20.40 GMT (Ahad 03.40 WIB), sebuah pesawat angkut militer Boeing C-17A Globemaster III mendarat di Kuwait, dengan titik keberangkatan tercatat dari Trier, Jerman. Terakhir, Sabtu sekitar pukul 21.54 GMT (Minggu, 04,52 WIB), pesawat C-17A lainnya yang berangkat dari Pangkalan Udara AS Spangdahlem di Jerman menghilang dari radar di wilayah selatan Kuwait.

Lebih lanjut, berdasarkan data Flightradar24, AS juga mengerahkan pesawat angkut militer Lockheed Martin C-130J Hercules dari Bahrain ke wilayah Kuwait tengah. Selain itu, sekitar pukul 01.54 GMT (08.54 WIB) pada 25 Januari, sebuah pesawat tanker KC-135R AS mendarat di Qatar.

Adapun pada 21/1 Wall Street Journal melaporkan, AS mengerahkan jet tempur F-15E dan kapal induk USS AL ke Timur Tengah. Dilaporkan pula, sistem pertahanan udara tambahan, termasuk sistem pertahanan rudal Patriot dan THAAD, akan ditempatkan di kawasan tersebut.  (net/tc/wsj/tnyt/fn/a/kim/smr)

Pos terkait