Mudik Lebaran 2019, Kapal Pelni Alami Kenaikan Penumpang Signifikan

Lebaran tahun ini boleh jadi Pelni panen jumlah penumpang. foto: internet

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) telah berupaya memenuhi permintaan masyarakat yang sangat tinggi pada Lebaran 1440 H Tahun 2019. Pelni menempuh beberapa strategi dalam memaksimalkan pelayanan, utamanya dalam meningkatkan kapasitas angkut dengan mengevaluasi rute, meningkatkan jumlah voyage dengan rekayasa operasi.

Selain langkah di atas, Pelni juga melayani tiket dispensasi. Pelni berkeinginan memberlakukan pengaturan penjualan  tiket 1 orang 1 tempat tidur atau one man one seat di seluruh kapal untuk kenyamanan penumpang.

Namun karena permintaan sangat  tinggi, Pelni menjual tiket dispensasi. Penambahan  penjualan tiket dispensasi tetap  menjamin keamanan dan  keselamatan konsumen, namun kenyamanan akan berkurang.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro mengatakan, penumpang kapal Pelni dalam 4 bulan terakhir pada hari-hari biasa mengalami lonjakan cukup signifikan. Dari Januari-April naik dari 852.255 menjadi 1.172.143 pelanggan atau naik rata-rata 38 % per bulan dibanding sebelumnya.

“Sementara dorongan masyarakat untuk mudik  lebaran tahun ini sangat kuat menyebabkan permintaan tiket kapal laut sangat  tinggi. Kami menampung aspirasi masyarakat  untuk tiket  dispensasi,” terang Yahya dalam rilis Humas Pelni.

Adapun penambahan tiket dispensasi dikarenakan keterbatasan armada kapal, Pelni belum mampu menambah armada. Sejak bbrp waktu sebelum bulan Ramadhan Pelni telah  mengimbau kepada para calon pemudik  untuk mengatur waktu bepergian sesuai dengan ketersediaan tiket pada moment angkutan lebaran 2019.

“Realisasi data pemudik dari H-15 atau 21/5  hingga H-5, pada 1/6 penumpangnya naik 34 persen. Tahun lalu 169.919 tahun ini 226.996 pelanggan. Tiket dispensasi tetap mengutamakan keselamatan, namun akan   mengurangi kenyamanan pelanggan,” imbuh Yahya.

Penumpang nonseat, kata dia, akan menempati lorong-lorong dekat tangga dan ruang-ruang terbuka yang biasanya kosong di dekat masjid yang pada masa normal menjadi  tempat bersantai.

“Kali ini kami harus ambil risiko untuk melayani masyarakat. Pelni menyiapkan peralatan keselamatan yg diwajibkan,  namun kami mohon maaf bila ada yang tidak nyaman atas pelayanan ini”, kata Yahya Kuncoro.

Pada lebaran 1440 H tahun 2019 ini PELNI mengoperasikan 26 kapal trayek nusantara dengan 83 pelabuhan singgah melayani 1.239 ruas dengan total kapasitas angkut menjadi 54.608 pax atau seat sudah termasuk kapasitas toleransi yang telah disetujui Kemenhub.

Selain itu Pelni juga melayani 46 trayek kapal perintis menyinggahi 305 pelabuhan, 4.620 ruas dengan kapasitas 13.961 pax per hari.

Kepadatan kapal akan terjadi pada ruas-ruas tertentu saja, misalnya KM. Gunung Dempo rute  Jayapura -Tanjung Priok akan padat pada ruas Sorong-Ambon, Baubau dan Makasar. Penumpang banyak turun di Ambon, Baubau dan Makasar.

Berangkat dari Makasar penumpang jauh berkurang terlebih Surabaya-Tanjung Priok penumpang tersisa tidak sampai 1.000 orang.  “Kami bersyukur  masyarakat dapat terlayani secara baik. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamannya. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin,” tutupnya. (lin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *