Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma. Foto: pp whatsapp

Beredarnya kabar soal akan dilaporkannya Gubernur DKI Anies Badwedan terkait adanya kerumunan di Tanah Abang jelang Lebaran Idhul Fitri, Sabtu-Minggu (1-2/5/2021), Jakarta Pusat dinilai orang kurang kerjaan. Ini diungkapkan Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma.

semarak.co-“Lho, yang berkerumun siapa, yang mau dilaporin siapa? Emangnya gak ada kerjaan lain apa ya? Kayaknya yang mau ngelaporin itu kurang kerjaan kali ya?” kata Lieus saat ditanya wartawan terkait adanya rencana ormas yang menamakan dirinya Gardu Banteng Marhaen akan melaporkan Anies.

Pasar Tanah Abang, nilai Lieus, pusat perdagangan yang besar. “Sudah menjadi tradisi, sejak zaman dulu setiap mau Lebaran pasar ini ramai pengunjung. Nah sekarang, di tengah pandemic Covid-19, ada keramaian yang sudah mentradisi itu karena orang tetap ingin berbelanja kebutuhan lebaran,” ulas Lieus.

Dilanjutkan Lieus, “Terus kok Anies yang mau disalahkan? Logikanya dimana itu. Bahkan kalaupun mau dicari-cari siapa yang salah dan harus dilaporkan ke polisi, seharusnya ormas itu melaporkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.”

BACA JUGA :  Roy Suryo Sebut Aiptu Imam Layak Jadi Tersangka Kasus Dugaan Tabrak 3 Pemotor hingga 1 Tewas

Sebab Sri Mulyani, nilai Lieus, yang mengajak masyarakat agar berbelanja baju baru dan bingkisan Lebaran untuk menggerakkan ekonomi. Jadi, kata Lieus, kalau mau dipersoalkan, maka ajakan berbelanja dari Menkeu Sri Mulyani di tengah pandemic covid inilah yang harusnya dilaporkan.

Seperti diketahui, untuk mendorong konsumsi rumah tangga sehingga mampu mendongkrak ekonomi, Sri Mulyani pada konferensi pers APBN Kita di Jakarta menyebut ada bagusnya saat Lebaran beli baju baru supaya walaupun bertemu lewat Zoom, pakai baju baru sehingga muncul aktivitas konsumsi.

“Kesannya kok jadi tidak gentelemen. Cuma ingin cari-cari kesalahan Anies doang. Bahwa Anies gubernur Jakarta itu benar. Tapi kerumunan toh terjadi dimana-mana. Kenapa kemarin waktu ada kerumunan saat perkawinan anak artis tidak dilaporkan?” tanya Lieus.

Lagian, sambung Lieus, Gubernur Anies Baswedan sudah mengambil langkah untuk memberlakukan pengetatan pengendalian pengunjung Tanah Abang terhitung sejak Minggu (2/5/2021).

Pengetatan ini bukan hanya berlaku di pasar Tanah Abang, namun juga setiap kawasan pasar di ibukota. “Tujuannya tentu saja supaya potensi klaster baru Covid-19 bisa diminimalisir,” katanya.

BACA JUGA :  Kabar Pemecatan Novel Baswedan dan Puluhan Pegawai KPK Dinilai Perburuk Citra Jokowi

Karena itu, Lieus meminta pihak-pihak yang terus mencari-cari kesalahan Anies, untuk segera berhenti mencari-cari kesalahan Gubernur DKI Jakarta itu. “Sudahlah, lebih baik kita membangun sinergi dan bekerjasama saling bahu membahu demi pembangunan kota Jakarta tercinta,” tegasnya. (smr)

LEAVE A REPLY