Momentum Hari Kartini, Wamenekraf Irene Perkuat Sinergi dengan Magdalene dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Inklusif

Melalui kegiatan seperti SEDASA, Kemenekraf menciptakan sinergi antar-pelaku industri kreatif agar mampu membangun relasi dan memperkuat jejaring ekosistem fesyen nasional secara menyeluruh.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, membahas peluang kolaborasi strategis dalam memperkuat ekosistem media digital sebagai wadah yang aman bagi perempuan saat menerima audiensi media digital Magdalene.co.

Semarak.co – Wamenekraf menyoroti momentum Hari Kartini yang menjadi langkah dalam menegaskan peran perempuan sebagai penggerak utama dalam industri kreatif dan pembangunan sosial.

Bacaan Lainnya

“Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang dialog yang aman, seperti Magdalene, untuk membahas isu seperti kesehatan mental dan dinamika keluarga, agar masyarakat tidak hanya memahami, tetapi juga dapat saling terhubung dan mencari solusi bersama,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Rabu (22/4/2026).

Didirikan 13 tahun lalu, Magdalene lahir dari kebutuhan akan representasi perempuan yang lebih utuh di media. Magdalene konsisten mengangkat isu-isu seperti kekerasan berbasis gender, keberagaman, hingga ketimpangan sosial guna mendorong terciptanya masyarakat yang lebih setara.

Sejalan dengan semangat Hari Kartini, Wamenekraf turut menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis komunitas, termasuk pemberdayaan perempuan melalui narasi yang inklusif.

Audiensi ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama konkret, baik melalui kampanye publik, partisipasi dalam forum dan festival, maupun penguatan kapasitas pelaku industri kreatif. “Kami melihat media memiliki peran kunci dalam membentuk perspektif publik, termasuk terhadap industri ekonomi kreatif,” jelasnya.

Melalui kolaborasi dengan Magdalene, Kemenekraf berharap dapat memperluas jangkauan literasi digital serta menghadirkan konten yang tidak hanya relevan, tetapi juga berdampak bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat peran perempuan di era digital.

Pemimpin Redaksi Magdalene Devi Asmarani memaparkan posisi Magdalene sebagai media independen yang berfokus pada isu gender, keberagaman, dan keadilan sosial melalui pendekatan jurnalisme berbasis solusi.

Magdalene juga memperkenalkan sejumlah program strategis 2026, antara lain Sisterhood Festival, Pesta Literasi, Equality Talk, dan Women Lead Forum pada September–November 2026, yang dinilai memiliki potensi sinergi dengan Kemenekraf, khususnya dalam penguatan konten kreatif berbasis nilai.

“Magdalene hadir untuk mengangkat isu-isu yang berdampak pada perempuan dan kelompok rentan, tidak hanya menyoroti permasalahan, tetapi juga menghadirkan perspektif solusi yang mendorong perubahan sosial yang lebih inklusif,” ujarnya.

Apresiasi Gelaran SEDASA 2026, Menekraf Riefky Pacu Inovasi Fesyen Nasional

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya, menilai perhelatan fesyen akan menciptakan sinergi antar-pelaku industri kreatif. Dalam waktu dekat, Rhapsody Summit SEDASA 2026 diharapkan menjadi pemicu lahirnya inovasi baru untuk subsektor fesyen.

​“Kementerian Ekraf hadir untuk memastikan subsektor fesyen memiliki wadah kolaboratif yang berkelanjutan. Melalui kegiatan seperti SEDASA, kita menciptakan sinergi antar-pelaku industri kreatif agar mampu membangun relasi dan memperkuat jejaring ekosistem fesyen nasional secara menyeluruh,” ujarnya, Selasa (21/4).

Rhapsody Summit SEDASA 2026 yang dijadwalkan pada 1 Mei 2026 itu merupakan sebuah perhelatan fesyen nasional yang mengintegrasikan kegiatan fashion show serta eksibisi sebagai wadah kolaborasi dan interaksi bagi para desainer visioner serta pelaku industri kreatif dalam memajukan ekosistem mode Tanah Air.

Bertempat di InterContinental Jakarta Pondok Indah, acara berskala nasional ini akan menghadirkan rangkaian fashion show dan exhibition yang melibatkan 13 brand fashion ternama Indonesia, mulai dari Mandjha by Ivan Gunawan hingga Nabila Misha Fashion.

​“Kami memberikan apresiasi atas inisiatif penyelenggaraan acara ini yang juga menyediakan ruang pameran bagi para desainer. Hal ini penting untuk memicu lahirnya inovasi baru serta memberikan kesempatan transaksi jual-beli langsung antara desainer dengan tamu undangan guna meningkatkan nilai ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Rya Baraba selaku Founder SEDASA memaparkan bahwa acara ini mengusung runway bertema garden yang akan disaksikan oleh sekitar 450 audiens dari kalangan praktisi kreatif hingga pecinta fesyen.

“Kami sangat senang mendapat apresiasi dari Menteri Ekraf, hal ini menjadi energi besar bagi kami untuk terus berkarya di Rhapsody Summit SEDASA 2026 dengan menghadirkan Ivan Gunawan serta talenta muda Nabila Misha sebagai penerima Young Visionary Award demi mendorong regenerasi desainer Indonesia,” tutur Rya Baraba. (hms/smr)

Pos terkait