Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma. Foto: pp whatsapp

Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma meminta aparat kepolisian bersikap adil dengan menangkap Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin) Ambroncius Nababan yang telah bersikap rasis dan menghina mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

semarak.co-“Sudah berkali-kali Natalius Pigai mendapat perlakuan rasis. Kali ini Ambroncius Nababan yang bahkan menyamakan Natalius dengan Gorilla. Ini sangat keterlaluan dan jelas tindakan rasis yang tidak sedikitpun mencerminkan manusia Indonesia ber-Pancasila,” kecam Lieus dirilis yang diterima semarak.co, Sabtu (23/1/2021).

Karena itu, tegas Lieus, pihaknya meminta Polisi segera menangkap orang itu. Dalam postingan di akun facebook miliknya pada Selasa 12 Januari 2021, kutip Lieus, Ambroncius Nababan memasang foto Natalius berdampingan dengan seekor Gorilla.

Itu dengan tambahan kalimat berbunyi, “Mohon maaf yg sebesar-besarnya. Vaksin sinovac itu dibuat utk MANUSIA bukan utk GORILLA apalagi KADAL GURUN. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun tidak perlu di Vaksin. Faham?” tulis Nababan dalam akun pribadinya.

Meski postingan itu seperti sudah dihapus karena tak ada lagi di FB milik Ambroncius, kata Lieus, namun unggahannya itu telah viral dan beredar luas di media sosial. Menurut Lieus, penghinaan dan tindakan rasis Ambroncius Nababan yang diduga menjabat sebagai Ketua Umum Projamin itu tidak bisa dibenarkan.

BACA JUGA :  Inggris Akan Uji Coba Plasma Darah Penyintas Corona untuk Penyembuhan dan Beli Jutaan Jas Pelindung Medis dari China

“Ini rasisme yang sangat parah. Seolah dia orang yang paling kecakepan di negeri ini dengan mengata-ngatai dan menyamakan Natalius yang asal Papua itu seperti Gorilla. Biadab sekali pola pikir orang ini,” kecam Lieus yang juga tokoh masyarakat Tionghoa.

Janganlah perbedaan pendapat atau dukungan dalam politik menjadikan bangsa ini jadi kehilangan adab. “Tak ada satupun manusia di bumi ini yang sempurna. Sikap seperti si Ambroncius inilah yang memecah belah bangsa ini dan membuat orang-orang Papua minta merdeka,” ujarnya.

Lieus mengaku tidak habis pikir kenapa saat ini orang-orang penyebar kebencian dan bersikap rasis seperti Ambroncius Nababan ini seakan mendapat angin dari pemerintah.

“Mereka seolah-olah bebas melakukan dan mengatakan apa saja. Jika hal seperti ini terus  dibiarkan, maka akan sulit bagi bangsa ini untuk tetap bersatu dalam bingkai kebhinnekaan,” katanya lagi.

Karena itu, tambah Lieus, sebelum semuanya terlambat, polisi harus segera bertindak. “Tangkap orang ini karena dia telah menimbulkan keresahan dan melakukan perbuatan tidak menyenangkan,” ujar Lieus.

BACA JUGA :  Kemenko PMK Akan Launching SAPTADESA di Ajang Hari Pers Nasional 2020

Jangan karena dia relawan Jokowi dan merasa punya kedekatan dengan para pejabat di negeri ini, sindir Lieus, dia bisa berbuat sesukanya dan polisi memdiamkannya. “Padahal kalau yang melakukan penghinaan itu orang yang lain, polisi sangat cepat bertindak,” ujar Lieus kesal. (smr)

LEAVE A REPLY