Seorang petugas memberi pengharum pada batu hitam suci (Hajar Aswad) yang terletak di dinding Kabah di Masjidil Haram pada musim ibadah haji di tengah wabah virus corona jenis baru penyebab Covid-19), di Mekkah, Arab Saudi, Sabtu (26/7/2020). Foto: internet

Jamaah haji dan pengunjung tempat-tempat suci diminta mengikuti langkah-langkah pencegahan yang telah ditetapkan pihak berwenang demi keselamatan dari wabah virus corona jenis baru penyebab Covid-19.

semarak.co– Kepala Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais menekankan pentingnya pencegahan demi keselamatan umat. Al Sudais mengatakan bahwa agama Islam yang mulia mewujudkan aturan yang tegas dalam melindungi dan menjaga kesehatan manusia.

“Sejumlah langkah, termasuk bahwa setiap orang tidak boleh membiarkan dirinya terkena penyakit, agar menghindari polusi, termasuk air mengalir yang tercemar dan segala sesuatu yang merusak kesehatan, memperhatikan obat-obatan dan  kesehatan mental,” ungkap Al Sudais seperti dikutip Saudi Press Agency, Selasa (28/7/2020).

Sementara itu, Pelaksana Tugas Menteri Media Arab Saudi Majid bin Abdullah Al-Qasabi mengatakan Arab Saudi melalui simposium dengan tema Dari Haji ke Dunia, menyampaikan pesan haji yang berkontribusi untuk memperkuat penyatuan, persaudaraan dan pertemanan di antara negara-negara Muslim.

Simposium yang digelar secara virtual dihadiri sejumlah menteri, akademisi, dokter, dan konsultan, seperti dilansir Saudi Press Agency, Selasa (28/7/2020). Simposim dimulai dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an. Sesi pembukaan dengan judul ‘Dari Haji ke Dunia’ dipimpin Mohammed Saleh bin Taher Benten.

Al-Qasabi mengatakan musim haji 2020 berlangsung dalam kondisi luar biasa karena pandemi Covid-19. Ia mengulang tekad Kerajaan Arab Saudi untuk menyelenggarakan haji tahun ini dengan jumlah terbatas jamaah dari berbagai bangsa, yang merupakan penduduk di Saudi, untuk memastikan bahwa kegiatan ibadah haji berlangsung secara aman dan sehat.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, sementara itu, mengemukakan bahwa pemerintah Penjaga Dua Masjid Suci bertekad mengatasi semua tantangan dan memberikan semua layanan kepada jamaah.

Simposium Grand Haji tahunan ke-45 pada Senin (27/7/2020) waktu setempat dengan tema tentang Peraturan Kesehatan Masyarakat dan Aplikasi Ilmiah mereka Berdasarkan Pedoman dan Praktik Nabi. (net/smr)

LEAVE A REPLY