Republik Iran menawarkan peta jalan tujuh hari untuk menghentikan perang, membuka kembali Selat Hormuz dan memulai perundingan nuklir. Washington menyatakan penolakan, sementara Teheran masih menunggu respons resmi mediator.
Semarak.co – Iran mengajukan peta jalan tujuh hari kepada Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan perang, membuka kembali Selat Hormuz, dan memulai perundingan nuklir setelah konflik berlangsung selama tujuh bulan terakhir di kawasan tersebut.
Usulan tersebut, seperti dilansir Reuters dan Al Jazeera (27/9/2026), disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di New York melalui mediator Qatar, ketika para pemimpin dunia menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81.
Dalam rencana itu, Washington diminta menghentikan blokade laut, memberikan keringanan sanksi minyak, membebaskan aset Iran sekitar 12 miliar dolar AS serta menjalankan gencatan senjata regional secara menyeluruh untuk kawasan Timur Tengah.
Sebagai imbalannya, Teheran menyatakan akan membuka kembali Selat Hormuz pada hari keenam, kemudian memulai pembicaraan mengenai kesepakatan akhir terkait program nuklir Iran pada hari ketujuh secara resmi melalui mekanisme diplomatik.
Selat Hormuz menjadi bagian penting dalam proposal karena jalur strategis antara Iran dan Oman tersebut sebelumnya membawa sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia melalui kawasan Teluk sebelum konflik meningkat.
Presiden Donald Trump kemudian menyatakan menolak proposal Iran tersebut, sementara Teheran mengatakan belum menerima penolakan resmi dari mediator dan masih menunggu posisi definitif pemerintah AS saat ini kepada mediator.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran kehilangan kepercayaan terhadap Washington karena perundingan sebelumnya diikuti serangan dan sanksi, tetapi mediator Qatar dan Pakistan terus menyampaikan pesan kepada Washington selama diplomasi berlangsung.
Perkembangan tersebut membuat masa depan Selat Hormuz dan diplomasi Amerika-Iran kembali menjadi perhatian internasional, terutama karena gangguan jalur energi dapat memengaruhi pasokan minyak serta harga global secara signifikan dalam hari. (net/rts/alz/kim/smr)





