Medali Emas Pertama Indonesia di Asian Games usai Didoakan FWK, Minta Prabowo Perhatikan Proses Pembinaan Atlet Bukan Sekadar Bonus

Tim Bulu Tangkis Indonesia berhasil menyumbang medali emas pertama di ajang Asian Games 2026 Jepang. Foto: internet

Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mendoakan dan menyemagati kontigen atlet Indonesia yang akan turun bertanding, Rabu (23/9/2026) agar dapat meraih medali emas pertama di Asian Games Aichi, Nagoya 2026 Jepang.

Semarak.co – Momen yang ditunggu-tunggu itu, mempertemukan tim bulu tangkis beregu putra Indonesia berhadapan dengan China di partai final nanti siang, pukul 14.00. FWK meminta Presiden Prabowo Subianto tidak hanya memberikan bonus Rp3 miliar bagi peraih medali emas Asian Games 2026.

Bacaan Lainnya

Tapi yang jauh lebih penting memperhatikan proses pembinaan atlet berprestasi dalam jangka panjang. Bonus Rp 3 miliar terbilang kecil, kalau perlu dipertimbangkan sampai Rp 10 miliar. Ini akan lebih menyemangati setiap atlet, berjuang habis-habisan di arena pertandingan

Mantan Wakil Ketua Dewan Pers 1999-2022 Hendry Ch Bangun pada Diskusi Kebangsaan FWK di kawasan Tebet Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026) menyebut, berbeda dengan sebelumnya, kali ini diskusi diawali dengan menyaksikan pertandingan semifinal antara tim bulu tangkis beregu putra Indonesia melawan Thailand.

Di mana sukses dimenangkan atlet Indonesia Jonatan Christie dan kawan-kawan 3-1. Kemenangan ini melegakan peserta diskusi yang kebanyakan adalah wartawan senior olahraga. Hendry yang memimpin diskusi itu adalah mantan wartawan senior olahraga Harian Kompas dengan spesialisasi bulu tangkis.

Dimana dengan banyak pengalaman meliput berbagai kejuaraan bulutangkis dunia, seperti All England, Olimpiade, dan Asian Games. Diskusi ini untuk menyampaikan keprihatinan kita terhadap perkembangan pembinaan olahraga di Tanah Air kita.

“Terutama untuk cabang olahraga bergengsi yang dipertandingkan dalam olimpiade dan Asian Games. Sambil mengingatkan Indonesia pernah punya tokoh-tokoh olahraga berdedikasi tinggi, seperti MF Siregar dan Bob Hasan,” ujar Jimmy S. Harianto, mantan wartawan senior Kompas.

Peserta diskusi FWK mencatat hingga hari kelima Asian Games 2026, Indonesia ketinggalan dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya— dalam peraihan medali emas. Vietnam, Singapura, Malaysia dan Myamar lebih dulu mengantongi medali emas, sementara Indonesia belum.

Indonesia mengikuti Asian Games Aichi-Nagoya dengan 432 orang atlet; 145 orang ofisial dan 35 cabang olahraga. Presiden Prabowo, secara simbolis, melepas atlet ke Asian Games di Istana tanggal 9 September lalu.

“Seharusnya presiden juga datang langsung ke Asian Games. Ini bentuk perhatian yang dibutuhkan,” imbuh Jimmy seperti dirilis humas FWK usai acara melalui WAGroup Forum Wartawan Kebangsaan (FWK), Kamis (24/9/2026).

Wartawan senior Kantor Berita Antara AR Loebis dan sejumlah peserta diskusi lainnya Budi Nugraha, Sigit Setiyono, Sarwani, Herwan Pebriansyah, dan Herry Sinamarata menyoroti isu persiapan dan anggaran pelatnas Asian Games yang bermasalah.

Tokoh olahraga MF Siregar sejak lama mengingatkan, prestasi olahraga tak bisa diciptakan secara instan menjelang Asian Games atau olimpiade. Terkait hal ini, Hendry mengapresiasi ikhtiar Ketua Umum PASI Luhut Binsar Panjaitan yang mendorong pelaksanaan Pelatnas atlet Atletik jangka Panjang dengan pendanaan multiyear.

Sampai mampu bersaing di tingkat Asia dan dunia, nilai Hendry, dibutuhkan waktu bertahun-tahun, membina atlet berprestasi. “Jika kemampuan anggaran pemerintah terbatas, coba libatkan masyarakat, kolaborasi dengan dunia usaha,” ujarnya.

“Presiden Prabowo perlu turun tangan merangkul tokoh-tokoh masyarakat, dunia usaha, ikut membina olahraga. Model ini pernah sukses dilakukan Presiden Soeharto di masa Orde Baru,” imbuh Hendry mantan Ketua umum PWI Pusat. Peserta diskusi FWK setuju dengan filosofi olahraga ini, membina olahraga harus berproses, tidak cukup dengan mengambil hasil di akhir saja—-dengan memberi bonus.

Bak gayung bersambut, seolah doa FWK yang diucapkan dalam diskusi rutin setiap hari Rabu atau Reboan diijabah Allah. Di mana penantian Tim Indonesia untuk memenangkan medali emas di Asian Games 2026 akhirnya selesai, Kamis (24/9/26).

Seperti dilansir Tribratanews.polri.go.id, 25 September 2026 – 15:00 WIB, Tim Badminton Beregu Putra Indonesia berhasil memenangkan medali emas setelah mengalahkan China di final dengan skor 3-2. Tim Badminton Beregu Putra Indonesia berhasil memastikan diri lolos ke final Kejuaraan Beregu Badminton di Asian Games 2026.

Jonatan Christy dkk berhasil melewati adangan Malaysia dan Thailand untuk bisa mencapai babak final. Di babak final, Tim Indonesia sudah ditunggu oleh lawan terberat di cabor ini. Tim Beregu Putra China juga berhasil lolos ke final usai mengalahkan Korea Selatan dan India. (net/fwk/tri/smr)

Pos terkait