Pemerintah terus perkuat pembangunan olahraga nasional untuk mencetak atlet Indonesia berprestasi. Atlet adalah aset nasional yang menjadi bagian dari upaya membangun manusia Indonesia unggul.
Semarak.co – Penguatan pembinaan dan kesejahteraan atlet menjadi perhatian serius dalam audiensi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Selasa (6/10/2026).
Dalam audiensi tersebut, Menpora melaporkan perkembangan sejumlah agenda pembangunan olahraga, mulai dari peningkatan prestasi dan pembinaan atlet, kesejahteraan, pembangunan infrastruktur olahraga, hingga persiapan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028.
Terkait kesejahteraan atlet, Menko PMK meminta Menpora menghitung secara akurat kebutuhan tambahan bonus bagi atlet peraih medali emas Asian Games dan Olimpiade. Penghitungan tersebut diperlukan agar penghargaan terhadap prestasi atlet dapat diberikan secara tepat.
“Pak Menpora perlu menghitung secara akurat kebutuhan tambahan bonus bagi atlet yang meraih medali di Asian Games dan Olimpiade,” ujar Menko PMK Sugiono dirilis humas PMK usai acara melalui WAGroup Media PMK, Rabu pagi (7/10/2026).
Selain bonus, pemerintah juga menyiapkan skema dana pensiun bagi atlet berprestasi, khususnya peraih medali emas Olimpiade. Skema tersebut ditargetkan mulai berjalan tahun depan sebagai bagian dari penguatan perlindungan dan kesejahteraan atlet setelah masa prestasi.
Pada sisi pengembangan talenta, Kemenpora bekerja sama dengan Kemendiktisaintek menyiapkan 100 beasiswa pendidikan di universitas ternama melalui skema LPDP bagi atlet berprestasi serta merencanakan tambahan 100 beasiswa untuk pendidikan di dalam negeri. Pemerintah juga menyiapkan pengembangan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Latihan Tim Nasional.
Penguatan ekosistem olahraga turut dilakukan melalui penyederhanaan regulasi, dari 191 Peraturan Menteri menjadi empat regulasi. Langkah tersebut diarahkan untuk memberikan kepastian penyelenggaraan kegiatan olahraga sekaligus mendukung pengembangan organisasi dan kompetisi olahraga nasional.
Pembangunan olahraga juga diarahkan tidak hanya untuk kesehatan, pembentukan karakter, dan prestasi, tetapi turut membuka ruang bagi pertumbuhan industri olahraga, pariwisata, dan ekonomi. Untuk itu, Kemenpora telah berkoordinasi terkait pengembangan investasi olahraga dan optimalisasi aset melalui BLU Inasport.
Sementara untuk PON XXII 2028, berbagai persiapan awal penyelenggaraan tahun 2028 terus dilakukan. Pemerintah akan terus memastikan penyelenggaraan PON XXII 2028 berjalan efektif sekaligus efisien dan yang terpenting dapat menjadi ajang bagi para atlet untuk berprestasi.
Dalam penguatan pembinaan prestasi, Menpora juga menyampaikan pentingnya aturan dan regulasi yang mewadahi 21 cabang olahraga Olimpiade sebagai cabang olahraga andalan nasional. Regulasi tersebut diharapkan dapat memperkuat arah pembinaan atlet, termasuk menghadapi SEA Games 2027 dan Olimpiade 2032.
Berbagai agenda tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam membangun ekosistem olahraga nasional. Kemenko PMK akan melakukan orkestrasi dan sinergi berbagai kebijakan agar pembangunan olahraga tidak berhenti pada pencapaian prestasi, tetapi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(hms/pmk/sam)





