Rencana kembalinya Tyson Fury ke atas ring mulai memanas. Mantan juara dunia kelas berat itu kini mendapat tawaran lawan untuk laga comeback yang dijadwalkan berlangsung awal 2026. Kali ini, nama petinju AS, Brandon Moore (198 cm), ikut meramaikan bursa calon penantang “The Gypsy King”
Semarak.co – Promotor Dmitriy Salita secara terbuka mendorong petinju Brandon Moore untuk menghadapi Fury dalam pertarungan pemanasan sebelum sang bintang Britania Raya menjalani duel besar pada pertengahan tahun.
Fury sendiri, sesungguhnya, sempat mengumumkan dirinya pensiun dari ring tinju pada Januari 2025 usai menelan dua kekalahan beruntun dari Oleksandr Usyk, sebelum akhirnya membatalkan keputusan tersebut.
Manajemen Fury memang tengah membidik laga berisiko rendah sebagai batu loncatan. Rencana awal adalah satu pertarungan yang akan digelar pada awal tahun 2026, dilanjutkan tantangan yang lebih berat pada musim panas.
Opsi duel sesama petinju Inggris melawan Anthony Joshua sempat diharapkan bisa terwujud, namun ketidakpastian masa depan Joshua setelah tragedi kecelakaan di Nigeria membuat skenario itu semakin abu-abu.
Dalam situasi tersebut, Moore muncul sebagai alternatif. Petinju berusia 6 kaki 6 inci itu menyandang status juara USBA kelas berat dan mencatatkan rekor 19 kemenangan (10 KO) dan satu kekalahan. Salita menilai Moore memiliki profil fisik heavyweight modern: besar, kuat, dan terus berkembang.
Moore dengan gaya yang mengingatkan pada Anthony Joshua meski memiliki karakter bertarung sendiri. Satu-satunya kekalahan Moore terjadi saat menghadapi peraih perak Olimpiade, Richard Torrez Jr., pada Mei 2024.
Sejak saat itu, ia bangkit dengan rentetan kemenangan dan menegaskan ambisinya untuk menantang level elite. Bagi Moore, menghadapi Tyson Fury adalah ujian tertinggi sekaligus loncatan besar dalam perjalanan kariernya, demikian dilansir sindonews.com pada 13/1/2026.
Meski demikian, Moore bukan kandidat terdepan. Manajer Fury, Spencer Brown, mengungkapkan bahwa beberapa nama lain juga masuk radar. Salah satu yang paling serius dibicarakan adalah petinju Rusia, Arslanbek Makhmudov, yang disebut-sebut menjadi favorit untuk menjadi lawan Fury berikutnya.
Brown menegaskan, Fury membutuhkan satu laga pemanasan setelah absen setahun dari ring tinju. Ia bahkan membayangkan duel comeback berlangsung di Manchester sebagai ajang pulang kampung sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar.
Dengan banyaknya opsi yang tersedia, masa depan Tyson Fury di 2026 tampak semakin terbuka. Satu hal yang pasti, kembalinya “The Gypsy King” akan kembali mengguncang divisi kelas berat, siapa pun lawan yang akhirnya berdiri di seberang ring. (net/snc/kim/smr)





