Citra Satelit Tunjukkan Dampak Serangan Iran Terhadap Sejumlah Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Citra satelit terbaru yang beredar dari sumber intelijen terbuka (OSINT) memperlihatkan dugaan kerusakan di sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah setelah serangan balasan yang dilancarkan Iran.

Semarak.co – Gambar yang dipublikasikan pada 12 Juli 2026 memerlihatkan beberapa lokasi strategis di Yordania, Qatar, Bahrain dan Kuwait yang disebut menjadi sasaran rudal militer Iran dalam eskalasi konflik di kawasan.

Bacaan Lainnya

Salah satu lokasi yang disorot adalah Pangkalan Udara Pangeran Hassan di Yordania. Citra tersebut menunjukkan kerusakan pada hanggar yang disebut digunakan untuk menempatkan pesawat nirawak militer milik negara Paman Sam.

Lokasi lain yang ikut terdampak adalah Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Fasilitas yang merupakan salah satu pangkalan terbesar Paman Sam di kawasan itu tampak mengalami kerusakan pada salah satu bangunan hanggar.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim bahwa serangan tersebut menghantam pusat komando dan kendali serta fasilitas penyimpanan drone militer di pangkalan tersebut dengan menggunakan rudal balistik.

Di Bahrain, citra satelit memperlihatkan kerusakan pada area penyimpanan peralatan di kompleks Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat. Sementara itu, sebuah pangkalan lain dilaporkan mengalami kebakaran setelah menjadi sasaran serangan.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat disebut terus melakukan operasi militer terhadap Iran sejak awal April 2026. Situasi itu tetap memanas meski kedua negara telah menyepakati nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan.

Teheran menuding Washington melanggar kesepakatan tersebut karena masih melakukan aktivitas militer di kawasan. Iran pun menyatakan akan terus memberikan respons terhadap setiap serangan yang diarahkan ke wilayahnya.

Pemerintah Iran sebelumnya mengumumkan strategi balasan baru dengan menyerang sedikitnya dua target lawan untuk setiap satu serangan yang diterima. Kebijakan itu disebut sebagai bentuk peningkatan kemampuan pencegahan. Demikian dilansir Sindonews.com, Senin (13/7/2026).

Iran juga menyatakan penutupan Selat Hormuz masih akan diberlakukan. Pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut disebut bergantung pada berhentinya campur tangan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. (net/snc/kim/smr)

Pos terkait