PT Bank Rakyat Indonesia atau BRI resmi menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai Rp500 miliar, menunjukkan positioning strategis BRI sebagai market leader pengembangan pasar keuangan Indonesia dan sebagai bagian strategi pengelolaan likuiditas jangka pendek berkelanjutan.
Semarak.co – Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan, penerbitan Surat Berharga Komersial (SBK) BRI menjadi solusi pendanaan jangka pendek yang cepat dan efisien bagi Perseroan, sekaligus menawarkan alternatif investasi dengan imbal hasil kompetitif bagi investor.
Dengan struktur yang fleksibel dan tata kelola yang kuat, SBK BRI akan memperkuat pengelolaan likuiditas secara prudent serta mendukung transmisi kebijakan dan pendalaman sistem keuangan nasional.
“Penerbitan SBK BRI jadi langkah awal memperkuat peran BRI pada pengembangan instrumen pasar uang nasional. BRI akan terus mendorong inovasi produk, memperluas basis investor, serta memastikan seluruh pembiayaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik,” ujar Hery, dirilis humas melalui WAGroup BRI X Jurnalis, Selasa (13/1/2026).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae pun mengapresiasi langkah BRI dalam menerbitkan SBK sebagai wujud konkret peran perbankan dalam mendorong pendalaman pasar uang.
Menurutnya, BRI berperan sebagai pionir dalam penerbitan surat berharga komersial, yang merupakan instrumen jangka pendek strategis untuk meningkatkan likuiditas pasar.
“OJK memandang peluncuran SBK BRI sebagai langkah strategis dalam memperkaya instrumen pasar uang nasional, meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan di sektor perbankan, serta memperkuat peran instrumen pasar sebagai mekanisme disiplin pasar,” paparnya.
Di samping itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti turut menyatakan bahwa saat ini pendalaman pasar uang berperan sangat penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah ketidakpastian global.
Kehadiran alternatif instrumen jangka pendek seperti SBK BRI tidak hanya memperkuat struktur pendanaan perbankan, tetapi juga memberikan pilihan investasi yang lebih beragam bagi investor.
“Bank Indonesia mengapresiasi peran BRI yang konsisten mendukung pengembangan pasar keuangan nasional. Upaya memperdalam pasar keuangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” ujar Destry.
Tercatat sejak tahun 2016 hingga 2025, BRI secara reguler telah melakukan penerbitan surat utang Rupiah dengan rating tertinggi dari Pefindo. Peringkat tertinggi dari Pefindo tersebut mencerminkan profil permodalan yang sangat kuat, kualitas aset yang terjaga, serta kemampuan BRI dalam memenuhi komitmen keuangan. (hms/smr)





