Hadiri Pagelaran Sunaring Jagat, Wamen Isyana: Pelestarian Budaya Harus Dimulai dari Keluarga

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menghadiri pagelaran kolaborasi Tionghoa dan Bali bertajuk Sunaring Jagat di Taman Soekasada Ujung, Karangasem, Bali.

Semarak.co – Wamen Isyana menegaskan pentingnya keluarga sebagai fondasi pelestarian nilai budaya. Pariwisata dan budaya tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Bali. Di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang begitu cepat, akar budaya harus tetap kita lestarikan bersama.

Bacaan Lainnya

“Perayaan Imlek berdekatan dengan Ramadan dan Nyepi cermin persatuan bangsa. Ini bukti kita sebagai bangsa yang beragam harus semakin memperkuat tali persaudaraan. Tanpa persatuan, akan sulit menjaga apa yang sudah kita miliki,” tegasnya, dirilis humas melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Senin malam (2/3/2026).

Isyana menyampaikan, transformasi kelembagaan BKKBN menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga merupakan komitmen pemerintah untuk memulai pembangunan dari unit terkecil.

“Seluruh pembangunan harus dimulai dari keluarga. Budaya diwariskan turun-temurun oleh orang tua kepada anak-anaknya. Jika tidak dimulai dari keluarga, generasi muda akan sulit memahami akar nilainya,” katanya.

MBG 3B Perkokoh Intervensi 1.000 HPK, Tekan Stunting Sejak Dini

Wamendukbangga Ratu Aayu Isyana Bagoes Oka juga kunjungan kerja ke SPPG Celuk 2 Sukawati, Gianyar, Bali, sekaligus memantau pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sasaran 3B di Banjar Pagutan Kaja, Desa Batubulan.

Program MBG 3B merupakan bagian dari prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan gizi sebagai investasi pembangunan manusia jangka panjang. Intervensi pada masa kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan terbukti berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas ekonomi saat dewasa.

Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan intervensi gizi pada fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) berjalan optimal—mulai dari masa kehamilan hingga anak usia dua tahun—sebagai fondasi pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Isyana menyampaikan bahwa Kemendukbangga/BKKBN mendapat amanah langsung dari Presiden untuk mendistribusikan MBG kepada tiga kelompok prioritas: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

”Seribu hari pertama kehidupan dimulai sejak bayi dalam kandungan. Di fase inilah pencegahan stunting harus dilakukan. MBG 3B menjadi bukti nyata bahwa peningkatan kualitas SDM dimulai bahkan sebelum anak lahir. Pencegahan stunting dan peningkatan kualitas SDM dimulai dari sini,” kata Isyana.

Dia juga menekankan pentingnya kualitas menu. Makanan yang diberikan harus memenuhi standar gizi, bebas dari ultra-processed food, serta disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sasaran.

Salah satu penerima manfaat, I Gusti Indah Widiarti (31), ibu hamil anak keempat umur kehamilan 28 minggu , mengaku terbantu dengan program MBG sejak Januari 2026. “MBG sangat meringankan. Menu-nya beda-beda, ada buah, jajanan, bakpao. Rasanya enak,” ungkapnya. (hms/smr)

Pos terkait