Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin agar tidak memberikan bantuan secara diam-diam kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.
Semarak.co – Trump menegaskan, setiap bentuk dukungan rahasia akan memicu konsekuensi serius dari AS. Dalam pernyataannya kepada awak media, presiden mengatakan pemerintahannya terus memantau berbagai aktivitas negara-negara yang memiliki hubungan erat dengan Iran.
Menurutnya, Washington memiliki kemampuan intelijen untuk mendeteksi setiap bentuk kerja sama yang berpotensi memerkuat posisi militer maupun ekonomi Teheran. Dukungan dalam bentuk apapun akan memiliki konsekwensi.
Trump menegaskan, China dan Rusia harus memahami risiko besar bila tetap memilih membantu Iran secara sembunyi-sembunyi. Ia memeringatkan, tindakan itu dapat memerburuk stabilitas kawasan Timur Tengah sekaligus meningkatkan ketegangan hubungan dengan AS.
“Akibatnya akan sangat buruk,” ujar Trump saat ditanya mengenai kemungkinan Beijing maupun Moskow memberikan dukungan kepada Republik Iran. Pernyataan itu menjadi salah satu sinyal paling keras dari Gedung Putih terhadap dua kekuatan besar dunia tersebut.
Menurut Trump, AS tidak akan tinggal diam apabila menemukan bukti adanya pengiriman senjata, teknologi militer, bantuan intelijen, maupun dukungan finansial kepada Iran. Pemerintah AS, katanya, siap mengambil langkah yang dianggap perlu demi melindungi kepentingan nasional dan sekutunya.
Peringatan itu, dilansir Viva.co.id dari Reuters (27/7/2026), muncul ketika hubungan AS dan Iran kembali memanas menyusul berbagai isu terkait program nuklir Iran, aktivitas kelompok proksi di Timur Tengah, serta meningkatnya ancaman terhadap jalur pelayaran internasional di kawasan Teluk.
Selama beberapa tahun terakhir, China diketahui menjadi salah satu mitra dagang terbesar Iran, terutama dalam sektor energi. Sementara itu, Rusia juga menjalin hubungan strategis dengan Teheran melalui kerja sama pertahanan, diplomatik, dan ekonomi yang terus berkembang.
Kedekatan hubungan tersebut membuat Washington khawatir Republik Islam Iran dapat memperoleh dukungan yang cukup untuk mengurangi dampak sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan oleh negeri Paman Sam dan sejumlah negara Barat.
Sejumlah analis menilai pernyataan Trump merupakan pesan politik kepada Beijing-Moskow agar tidak memerluas pengaruh mereka di Timur Tengah. Pemerintahan AS berupaya memastikan tidak ada negara yang membantu Iran meningkatkan kemampuan militernya di tengah situasi yang kian sensitif.
Hingga kini, pemerintah China-Rusia belum memberikan tanggapan resmi soal peringatan terbaru Trump. Namun kedua negara sebelumnya berulang kali menegaskan, hubungan mereka dengan Iran dilakukan berdasarkan hukum internasional dan bertujuan menjaga stabilitas kawasan.
Di sisi lain, pemerintah Iran terus menegaskan, kerja sama dengan negara-negara sahabat merupakan hak kedaulatan yang tidak dapat diintervensi oleh pihak mana pun. Iran berulang kali menolak tuduhan memanfaatkan hubungan China dan Rusia untuk memerkuat aktivitas militer yang mengancam negara lain.
Pernyataan keras Presiden negeri Paman Sam Donald Trump tersebut diperkirakan akan kembali menjadi sorotan dalam dinamika geopolitik global karena melibatkan tiga negara dengan pengaruh besar di panggung internasional.
Para pengamat menilai, seperti Viva.co.id mengutip Reuters, perkembangan hubungan antara AS, China, Rusia dan Iran akan menjadi faktor penting yang menentukan arah stabilitas keamanan dunia dalam beberapa bulan mendatang. (net/vci/rts/kim/smr)





