Pemerintah China kembali menegaskan dukungannya kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, sembari menyerukan agar seluruh pihak mengedepankan dialog dan penyelesaian diplomatik untuk mencegah konflik yang lebih luas.
Semarak.co – Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Republik Iran, Abbas Araghchi, di sela-sela pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Cholpon-Ata, Kirgizstan.
Dalam pertemuan itu, seperti dilansir Reuters dari Kementerian Luar Negeri China dan Anadolu Agency (26/7/2026), Wang Yi menegaskan, Beijing mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan, keamanan dan martabat nasionalnya di tengah situasi keamanan kawasan yang semakin memburuk.
China juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas kawasan maupun ekonomi global. Ia menilai penyelesaian melalui negosiasi tetap menjadi jalan terbaik dibanding konfrontasi militer berisiko memperluas konflik ke negara-negara lain.
Wang Yi mendorong seluruh pihak (Amerika Serikat, Israel dan Iran serta para sekutunya) untuk kembali kepada kesepakatan diplomatik yang telah dicapai sebelumnya dan melanjutkan perundingan demi mengakhiri ketegangan.
Selain itu, China menyatakan bahwa mereka siap mendukung berbagai upaya mediasi internasional, termasuk yang melibatkan Pakistan dan negara-negara lain, guna membuka kembali ruang dialog antara pihak-pihak yang bertikai.
Pihak Beijing juga menyoroti tentang arti pentingnya menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang sangat strategis, mengingat bahwa kawasan tersebut merupakan salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia.
Dari pihak Iran, Abbas Araghchi menyampaikan, negaranya tetap membuka pintu bagi proses perundingan dan tidak menginginkan konflik terus berlanjut, meski tetap menegaskan hak Iran untuk memertahankan kedaulatan nasionalnya.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya memperoleh jaminan dari Presiden China Xi Jinping bahwa Beijing tidak akan memasok senjata kepada Iran, meskipun hubungan diplomatik negara Tiongkok China dan Iran tetap berjalan erat.
Sejumlah analis menilai posisi China telah mencerminkan strategi untuk menjaga hubungan strategis dengan Iran tanpa terlibat langsung dalam konflik militer, sekaligus memertahankan kepentingan ekonomi dan keamanan jalur dalam perdagangan internasional. (net/rts/aa/kc/kim/smr)





