Lewat umpatan-umpatan kasar, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz paling lambat Selasa waktu Amerika atau Rabu WIB besok (7-8/4/2026). Alih-alih tunduk, negara Islam itu justru meledek ultimatum Trump itu.
Semarak.co – Ultimatum Trump disampaikan melalui unggahan di Truth Social. “Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya terbungkus dalam satu hari, di Iran…Buka Selat sialan itu, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka — LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah.”
Iran, melalui kedutaannya di negeri Gajah Putih Thailand, melalui unggahannya di media sosial X, membalas Trump dengan ledekan bahwa ultimatum itu menggambarkan umpatan sikap impulsif bocah remaja ketimbang seorang kepala negara.
“Dilihat dari bagaimana @POTUS mengumpat seperti remaja…tampaknya AS telah mencapai Zaman Batu lebih cepat dari yang diperkirakan,” tulis Kedutaan Iran dalam unggahannya di media sosial X, platform medsos kondang yang dulunya bernama Twitter.
“Kami mengerti bahwa Anda adalah kekaisaran haus darah yang sedang menurun, tetapi Anda tidak perlu menunjukkan inferioritas Anda dengan bahasa ini…Pergilah dan hancurkan lebih banyak usaha dan jangan pernah kembali ke politik global,” lanjut unggahan Kedutaan Iran.
Ledekan itu dikutip Money Control, dan dilansir SindoNews.com pada Senin (6/4/2026). Perang kata-kata di media sosial ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan atas Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi minyak dunia.
Selat Hormuz tetap tertutup setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 lalu. Pada hari Minggu, Trump bersikeras ada “peluang bagus” untuk mencapai kesepakatan dengan Iran pada hari Senin, sambil mendesak Teheran untuk membuka kembali selat atau menghadapi tindakan militer.
“Jika mereka tidak membuat kesepakatan dengan cepat, saya memertimbangkan untuk meledakkan semuanya dan mengambil alih minyak,” katanya. Dia juga mengklaim AS telah memasok senjata kepada para pengunjuk rasa selama kerusuhan sebelumnya di Iran.
Dia menambahkan, “Dan saya pikir Kurdi mengambil senjata-senjata itu.” Trump mengatakan dia akan mengadakan konferensi pers dari Oval Office pada hari Senin, setelah apa yang dia gambarkan sebagai penyelamatan yang sukses terhadap dua pilot jet tempur F-15E AS yang ditembak jatuh di Iran.
Namun, pemerintah Republik Islam Iran yang saat ini bersikap dingin dan acuh tak acuh terhadap tawaran Presiden Paman Sam itu untuk melakukan gencatan senjata, mengklaim upaya penyelamatan salah satu awak jet tempur itu telah gagal. (net/snc/ts/kim/smr)





