Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah tetap memertahankan kebijakan keras terhadap Republik Islam Iran. Sikap tersebut memicu kritik dari anggota Kongres AS dan penolakan tegas dari Teheran.
Semarak.co – Trump dinilai tidak terlalu memedulikan kritik politik yang muncul di Washington. Pemerintahannya tetap melanjutkan tekanan ekonomi dan militer terhadap Republik Iran meskipun sejumlah anggota DPR AS memertanyakan strategi konflik tersebut.
Perdebatan di Kongres semakin menguat setelah muncul laporan mengenai dampak penugasan panjang personel militer Amerika di Timur Tengah, termasuk awak kapal induk USS Abraham Lincoln. Trump membantah adanya kondisi buruk di kapal tersebut.
Di sisi lain, seperti dilansir Chatgpt.com dari Reuters dan Cnbc (15/8/2026), Iran menolak keras pernyataan Trump yang mengklaim AS memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. Teheran menegaskan wilayah itu tetap berada dalam kedaulatan dan pengawasan Iran.
Selat Hormuz adalah merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia karena menjadi lintasan utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk. Ketegangan di wilayah ini memicu kekhawatiran pasar energi internasional.
Trump sebelumnya menyatakan bahwa Amerika memiliki kemampuan memertahankan blokade laut di kawasan tersebut. Pernyataan itu dianggap meningkatkan tensi politik sekaligus memerbesar risiko konfrontasi langsung dengan Iran.
Sejumlah anggota DPR AS (Kongres AS) menuntut pemerintah lebih terbuka mengenai biaya perang, kondisi pasukan dan tujuan jangka panjang operasi militer. Mereka juga mengingatkan pentingnya persetujuan Kongres dalam kebijakan perang.
Ketidakpastian situasi membuat harga energi dunia terus berfluktuasi. Investor memantau perkembangan diplomasi antara Washington dan Teheran karena konflik berkepanjangan dapat memengaruhi perdagangan global dan laju inflasi.
Hingga kini, belum terlihat tanda-tanda penyelesaian cepat antara kedua negara. Negara Paman Sam tetap mempertahankan tekanan terhadap Iran, sementara Teheran bersikeras menolak berbagai klaim yang dianggap mengganggu kedaulatannya. (net/rts/cnbc/cg/kim/smr)





