Semua Waspada, Serangan AS ke Iran Bisa Terjadi dalam 24 Jam

Serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap negeri para Mullah Iran “segera terjadi,” dan bisa saja datang dalam hitungan jam. Klaim itu diungkap dalam laporan Kantor Berita Reuters, mengutip dari sumber anonim.

Semarak.co – Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan beberapa ancaman terhadap Republik Islam, yang telah dilanda kerusuhan sejak akhir Desember 2026. Kerusuhan tersebut meletus di tengah inflasi yang melonjak dan devaluasi tajam rial Iran.

Teheran menyalahkan kekerasan jalanan, yang diduga mengakibatkan ratusan kematian, kepada AS dan Israel. Pada hari Rabu (14/1/2026), dilansir sindonews.com dari Reuters pads 15/1/2026, mengutip seorang pejabat militer Barat yang tidak disebutkan namanya.

Dia mengatakan, “Semua sinyal menunjukkan serangan AS akan segera terjadi.” Namun, sumber anonim tersebut dilaporkan menambahkan, “Itulah juga cara pemerintahan ini bertindak untuk membuat semua orang tetap waspada, dengan ketidakpastian sebagai bagian dari strategi.”

Menurut media tersebut, yang mengutip dua pejabat Eropa yang tidak disebutkan namanya, “intervensi militer Amerik Serikat dapat terjadi dalam 24 jam ke depan.” Reuters mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya.

Dia menyatakan Trump tampaknya telah memutuskan menyerang Iran, meski cakupan aksi militer potensial itu masih belum jelas. Reuters juga melaporkan AS sedang mengevakuasi beberapa personel militernya dari pangkalan-pangkalan di Timur Tengah untuk mengantisipasi serangan balasan dari Iran.

Pada hari Selasa, Donald Trump dengan lantang menyerukan kepada para demonstran Iran untuk mengambil alih kendali lembaga-lembaga negara pemerintah Iran, setelah sebelumnya ia menyatakan “bantuan sedang dalam perjalanan.”

Awal pekan ini, presiden AS menyatakan pemerintahannya “sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat” terhadap Republik Islam Iran. Pada hari Senin, Deplu AS mendesak semua warga negara Amerika di Iran untuk segera meninggalkan negara itu.

Pada hari yang sama, Menlu Iran Abbas Araghchi menyatakan, meski Iran tidak mencari konfrontasi militer dengan AS, Iran “siap untuk perang.” Namun, diplomat itu mencatat Teheran juga “siap negosiasi” dengan Washington, selama negosiasi tersebut “adil, terhormat, dan dari posisi yang setara. (net/snc/rts/kim/smr)

Pos terkait