BAZNAS mulai mendistribusikan paket bantuan pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 terdiri dari peti, kain kafan, plastik kedap air, kantong jenazah, tali pengikat, dan kapas. Foto: humas Baznas

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendirikan tenda darurat sebagai ruang isolasi di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah, Kota Tangerang Selatan, Banten. Pendirian tenda darurat menyusul meningkatnya pasien korban Covid-19. Dengan bantuan ini diharapkan dapat menambah kapasitas pasien Covid-19 dan melayani secara maksimal.

semarak.co-Pimpinan BAZNAS yang membawahi Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan mengatakan, kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat setiap harinya. Bahkan pada 5 Juli 2021, kasus positif mencatatkan rekor harian dengan peningkatan 29.745.

“Angka itu menjadikan kasus positif menyentuh angka 2.313.829 sejak pertama kali diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada awal Maret 2020 lalu,” kata Saidah di Jakarta, Selasa (6/7/2021) seperti dirilis humas melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Rabu (7/7/2021).

BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah memberi bantuan berupa dukungan tenda sebanyak 2 unit dengan masing-masing ukuran 4×6 meter di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah Kota Tangerang Selatan, untuk menampung pasien terkonfirmasi Covid-19

“Melonjaknya kasus harian membuat rumah sakit banyak yang penuh. Beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 sudah melebihi kapasitas penampungan pasien, hal ini menyebabkan rumah sakit harus mencari cara agar dapat menampung pasien terkonfimasi Covid-19,” imbuh Saidah.

Maka dari itu, lanjut dia, tim BAZNAS Tanggap Bencana berupaya penuh untuk membantu para pasien Covid-19 dengan mendirikan tenda darurat di sejumlah rumah sakit di wilayah Jabodetabek. Melalui dukungan tenda ini, Saidah berharap masyarakat terpapar Covid-19 dan bergejala serius tertangani dengan baik hingga pulih dengan cepat.

“Sejak awal pandemi tahun lalu, BAZNAS telah menjalankan program-program ekonomi, di antaranya Cash for Work, Paket Logistik Keluarga, Dukungan UMKM, Pemberdayaan Warteg, Zmart, ZChicken, ZCD, Paket Ramadhan Bahagia, dan lainnya yang telah berjalan. Berbagai program itu akan terus dilanjutkan,” paparnya.

Yang terbaru, lanjut dia, BAZNAS juga merencanakan Family Healing Kit untuk membantu masyarakat yang tengah dalam isolasi mandiri di rumah. Upaya ini merupakan langkah strategis BAZNAS untuk membantu masyarakat keluar dari krisis akibat pandemic Covid-19.

Dalam memaksimalkan program ini, kata Saidah, BAZNAS RI turut mengerahkan 1.465 personel response team, 12 personel pemulasaraan, 200 nakes di 7 RSB, dan 279 unit ambulans yang siap siaga kapan pun dibutuhkan.

Sementara itu BAZNAS mulai mendistribusikan paket bantuan pemulasaraan jenazah pasien Covid-19, sebagai bagian dari program darurat penanggulangan pandemi. Sejak diberlakukannya PPKM Darurat pada 3 Juli kemarin, hingga kini BAZNAS telah menyalurkan 50 paket pemulasaraan jenazah, yang terdiri dari peti, kain kafan, plastik kedap air, kantong jenazah, tali pengikat, dan kapas.

“Sebanyak 20 peti beserta paketnya dialokasikan kepada para pasien isolasi mandiri yang meninggal dunia di rumah, usai berjuang melawan Covid-19. Pasien isoman yang meninggal dunia turut menjadi perhatian kita bersama, karena angkanya yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir, dan membutuhkan bantuan,” imbuh Saidah.

Beberapa kali pula BAZNAS terjun langsung membantu proses pemulasaraan jenazah pasien yang meninggal dunia di rumah. Kemudian 30 peti didistribusikan ke Rumah Sakit Darurat Khusus COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, pada Kamis (8/7/2021).

Pendistribusian bantuan dalam bentuk lain akan dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran. Saidah melanjutkan, pendistribusian bantuan itu akan terus dilakukan BAZNAS di masa pandemi sebagai bentuk implementasi dukungan dana zakat, infak, dan sedekah dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanggulangan Covid-19.

Hal ini adalah bagian dari delapan program darurat yang dicanangkan BAZNAS guna melawan pandemi. Aksi layanan kemanusiaan ini turut didukung oleh 11 lembaga program BAZNAS beserta relawan yang selalu siap terjun langsung membantu mereka yang membutuhkan.

“Kita tak bisa berjalan sendiri-sendiri, namun membutuhkan kerja sama dan gotong royong antar berbagai pihak. Maka dari itu, BAZNAS intens melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait soal kebutuhan bantuan dan upaya lanjutan BAZNAS dalam aksi kemanusiaan ini,” ujar Saidah dalam rilis humas Baznas, Sabtu (10/7/2021).

Dari sisi ekonomi, kata Saidah , BAZNAS melanjutkan beragam upaya untuk memulihkan perekonomian keluarga rentan yang terdampak. Seperti Cash for Work, Paket Logistik Keluarga, dukungan UMKM, pemberdayaan warteg.

“Kemudian juga program Zmart, Zakat Community Development, juga terus digencarkan. Seperti pada Ramadan lalu, saat BAZNAS menginisiasi Paket Ramadhan Bahagia, yang alhamdulillah dapat membantu meringankan beban keluarga terdampak,” kata Saidah.

Pandemi yang telah masuk ke Indonesia sejak diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Maret 2020 ini turut berimbas pada berbagai sektor, tak hanya kesehatan, namun juga ekonomi keluarga rentan.

Larangan berkerumun dan berinteraksi di masa pandemi dan PPKM Darurat, memaksa mereka yang pekerjaannya di sektor non esensial harus berdiam sejenak di rumah, yang tentunya berimbas pada pendapatan keluarga. Terlebih mereka yang pendapatannya harian.

“BAZNAS percaya hari-hari berat ini akan segera berlalu melalui dukungan dan partisipasi berbagai lapisan masyarakat. Menjaga protokol kesehatan dan memanfaatkan program vaksinasi adalah salah satu cara terbaik saat ini agar kita bisa segera terbebas dari pandemi,” pungkas Saidah. (smr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here