Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar mendesak kepada komunitas Yahudi di negara-negara Barat untuk segera pindah ke negeri Zionis Israel ini usai insiden penembakan di Sydney, Australia, beberapa waktu lalu.
Semarak.co – Desakan oleh Menlu Israel Gideon Saar kepada komunitas Yahudi yang berada di negara-negara Barat untuk pindah ke negeri Zionis usai insiden penembakan di Sydney, Australia itu bertujuan untuk melindungi komunitas Yahudi dari anti semitisme.
“Orang Yahudi berhak untuk hidup aman di mana pun,” kata Gideon Saar pada saat acara perayaan penyalaan lilin atau hari terakhir Festival Hanukkah pada Minggu 21 Desember 2025, dilansir cnnindonesia.com dari kutipan AFP.
Namun, dia menilai saat ini komunitas Yahudi diburu di seluruh dunia. “Hari ini saya menyerukan kepada orang-orang Yahudi di Inggris, orang-orang Yahudi di Prancis, orang-orang Yahudi di Australia, orang-orang Yahudi di Kanada, orang-orang Yahudi di Belgia: datanglah ke Tanah Israel! Pulanglah!” ucap Saar.
Sejak melancarkan agresi ke Jalur Gaza, Israel dalam banyak kesempatan, berulang kali menyerukan sekaligus mengecam antisemitisme di negara-negara Barat. Para pejabat itu juga menuduh pemerintah di sana gagal mengendalikannya.
Israel kian menggemakan kecamannya usai insiden penembakan di Pantai Bondi, Sydney, Australia, sekitar dua pekan lalu. Dua pelaku yang diidentifikasi ayah-anak meluncurkan tembakan saat festival Hanukkah sedang berlangsung. Imbas insiden ini, 15 orang dan satu pelaku tewas.
Komunitas internasional termasuk Israel, mengecam insiden itu. Namun, pernyataan pemerintahan yang berbasis di Tel Aviv menuai kritik tajam. PM Benjamin Netanyahu menuding insiden penembakan terjadi karena kebijakan Australia yang mengakui Palestina.
Ia menyinggung surat yang dikirim ke PM Australia beberapa bulan lalu. “Seruan Anda untuk negara Palestina justru menyulut api anti-Semit. Itu memberi penghargaan ke teroris Hamas. Memberi keberanian ke mereka yang mengancam orang Yahudi Australia dan mendorong kebencian terhadap Yahudi yang kini merajalela di jalanan Anda, ” kata pernyataan Kantor PM Israel, sehari setelah penembakan Sydney.
Para pakar di negeri kanguru Australia menyebut pernyataan PM Israel Benjamin Netanyahu menjijikkan. Pemerintahan yang berbasis di Canberra disebut sudah melakukan langkah intensif untuk mencegah anti semitisme. (net/cni/afp/kim/smr)





