Mayoritas Warga Sipil, Iran Mengklaim 1.225 Orang Tewas dalam Serangan AS-Israel

Iran mengatakan bahwa 1.225 orang tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel, sebagian besar korban adalah warga sipil. Wakil Menteri Kesehatan Iran, Ali Jafarian, mengatakan serangan AS-Israel di seluruh negerinya telah menewaskan dan melukai sebagian besar warga sipil.

Semarak.co – Dan pemboman terhadap fasilitas minyak telah menyebabkan asap beracun menyebar di seluruh ibu kota Iran, Teheran. Berbicara kepada Al Jazeera pada Senin (9/3/2026), Jafarian mengatakan setidaknya 1.255 orang telah tewas di Iran, termasuk 200 anak dan 11 petugas kesehatan.

Bacaan Lainnya

Usia mereka berkisar dari antara delapan bulan hingga 88 tahun, demikian seperti dilansir Arrahmah.id dari Al Jazeera pada Senin, 9 Maret 2026. Jafarian menegaskan bahwa sebagian besar korban adalah warga sipil.

Jafarian mengatakan: “Mereka tinggal di rumah mereka atau berada di tempat kerja mereka.” Lebih dari 12.000 orang juga terluka, sebagian besar akibat luka bakar dan cedera remuk, tambahnya. Sejauh ini, 29 fasilitas klinis telah rusak dan 10 di antaranya terpaksa ditutup, lanjut Jafarian.

Selain itu, 52 pusat kesehatan, 18 lokasi layanan darurat dan 15 ambulans juga rusak atau hancur. Ia memeringatkan risiko kesehatan bagi penduduk setelah serangan udara Israel menghantam fasilitas minyak Iran Sabtu malam untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, menewaskan sedikitnya empat orang.

“Seluruh kota gelap hingga siang kemarin,” katanya kepada Al Jazeera, merujuk pada asap tebal yang memenuhi langit di atas Teheran. Serangan itu memicu kebakaran besar saat menghantam gudang minyak Aghdasieh di timur laut Teheran.

Yakni kilang minyak Teheran di selatan, dan depot minyak Shahran di barat Teheran. Israel mengatakan mereka menyerang “sejumlah fasilitas penyimpanan bahan bakar di Teheran” yang digunakan “untuk mengoperasikan infrastruktur militer”.

Menteri tersebut memeringatkan bahwa hal ini dapat menyebabkan masalah pernapasan bagi mereka yang paling rentan, termasuk anak-anak dan lansia, dan menyarankan warga untuk tetap di rumah dengan jendela tertutup.

Ia mengatakan, hujan asam mencemari tanah yang berdampak lingkungan berkelanjutan. “Dan ini bukan masalah militer. Ini bukan target militer,” bantahnya dan mengatakan lebih dari 200 kota telah dihantam di seluruh Iran sejak serangan dimulai dan sebagian besar target adalah warga sipil.

AS dan Israel terus membombardir Iran pada Senin dengan ledakan yang dilaporkan di Qom dan Teheran. Para pejabat AS-Israel mengatakan perang  bisa berlangsung selama sebulan atau lebih karena para analis tidak melihat jalan yang jelas untuk de-eskalasi dalam waktu dekat. (net/aid/alz/kim/smr)

Pos terkait