Xabi Alonso didepak oleh Real Madrid kendati membawa klub tersebut menang 24 kali dalam 34 pertandingan. El Real pun sudah bulat memutuskan mendepak Xabi Alonso, pelatih dan mantan kapten mereka yang sebetulnya memiliki rekor lebih bagus daripada Zinedine Zidane.
Semarak.co – Jagat sepak bola dibuat terkejut pada hari Selasa (13/1/2026) dini hari WIB saat Real Madrid memutuskan berpisah dengan Alonso. Kekalahan dari Barcelona di laga Piala Super Spanyol ditengarai menjadi penentu munculnya keputusan PHK untuk mantan gelandang Los Blancos itu.
Sebelumnya posisi Alonso sudah digoyang oleh beberapa hasil minor di LaLiga seperti waktu bermain imbang 3 kali berturut-turut selama November lalu. Ada juga isu ketidakmampuan Alonso menangani kamar ganti Madrid serta perselisihannya dengan Vinicius Junior.
Akan tetapi, tetap saja keputusan Real Madrid menendang juru taktik berusia 44 tahun itu terasa mengagetkan. Tidak sedikit bahkan yang merasa klub juara Liga Champions terbanyak itu terburu-buru dalam mengambil keputusan.
Faktanya, situasi Real Madrid terkait performa sebetulnya tidak gawat-gawat amat. Kylian Mbappe dkk. hanya defisit 4 poin dari Barcelona di LaLiga dengan kompetisi masih menyisakan banyak pertandingan, demikian dilansir bolasport.com dari AFP pada 13/1/2026.
Di Liga Champions, posisi Real Madrid juga terbilang aman untuk lolos langsung ke babak 16 besar karena kini berada di peringkat 7 klasemen. Xabi Alonso juga tidak terlalu jelek dalam hal kemampuan membawa Madrid meraih kemenangan.
Eks pelatih Bayer Leverkusen bahkan menjadi salah satu pelatih Real Madrid dengan persentase kemenangan tertinggi sepanjang sejarah klub. Bertugas selama 7 bulan, Alonso menangani Madrid dalam total 34 pertandingan. Dari jumlah tersebut, menang 24 kali, 4 seri dan 6 kali kalah.
Artinya, juara Liga Champions 2004-2005 bersama Liverpool dan 2013-2014 bareng Real Madrid memiliki persentase kemenangan 70,59%. Di antara pelatih yang menangani lebih dari satu pertandingan, statistik hanya kalah dari Manuel Pellegrini (75%), Jose Mourinho (71,91%) dan Carlo Ancelotti (70,8%).
Persentase kemenangan Xabi Alonso malah lebih bagus ketimbang Zinedine Zidane, eks pemain dan pelatih El Real yang dianggap “dewa” oleh suporter. Dalam 2 periode (2016-2018 dan 2019-2021), Zidane mendapatkan 173 kemenangan, 54 hasil seri, dan 36 kekalahan dalam 263 pertandingan.
Persentase kemenangan pemain legendaris Prancis itu hanya mencapai 65,77%. Akan tetapi, perbedaan antara Alonso dan Zidane adalah soal jumlah trofi. Zidane sangat sukses di Real Madrid terutama pada periode pertamanya.
Dia langsung mempersembahkan trofi Liga Champions hanya dalam waktu sekitar 5 bulan setengah menangani tim. Sementara Alonso sudah 7 bulan membesut Real Madrid dan selama selang waktu itu, dia membuang 2 peluang meraih trofi, Piala Dunia Klub 2025 dan Supercopa de Espana 2025. (net/bsc/afp/kim/smr)





