Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal diwanti-wanti oleh legenda Brazil agar tidak seperti Neymar Jr. Cafu menilai Lamine Yamal punya kemiripan gaya bermain dengan bintang Brazil, Neymar. Cafu memberikan saran ke Neymar agar bisa terus konsisten di level atas Eropa.
Semarak.co – Seperti kabar yang sudah beredar di mana-mana, bahwa Lamine Yamal memang pernah mengungkapkan mengidolakan Neymar dari kecil. Hal ini tampaknya turut terbawa dengan gaya main Yamal yang mirip dengan Neymar.
Neymar pernah mempertunjukkan dribel bolanya yang menawan serta kemampuan individu di atas rata-rata acapkali membela FC Barcelona melawan siapapun. Yamal juga melakukan hal serupa dengan kini jadi andalan utama El Barca.
Lamine Yamal, pemain yang masih sangat muda, 18 tahun, kini terus tampil konsisten bersama Barcelona di musim ini. Dari kemampuannya yang di atas rata-rata pemain lain, winger kanan beragama Islam itu telah menciptakan 23 gol dan 18 assist dari 44 penampilan di musim ini.
Legenda Brasil, Cafu, turut mengakui Yamal punya gaya main yang sangat mirip dengan kompatriotnya Neymar saat masih muda. Yamal dan Neymar sama-sama pemain yang tak takut menghadapi duel dan begitu nyaman saat menguasai bola.
Cafu memberikan wejangan kepada Lamine Yamal agar kariernya senantiasa panjang di level atas, dan tidak seperti Neymar. Neymar selepas di Barcelona sempat pindah ke Paris Saint-Germain (PSG) dan sempat berpasangan kembali dengan tandemnya, Lionel Messi.
Cedera yang kerap kali menghantam Neymar, serta gaya hidup yang kurang baik, membuat performa penyerang andalan Timnas Brazil itu terus merosot. Neymar yang kini berusia 34 tahun sudah kembali ke Brasil untuk membela Santos.
Cafu berharap Yamal selalu menikmati permainannya di lapangan. Ia tak perlu memedulikan tekanan pada kariernya. “Dua pemain fantastis. Neymar, ketika masih muda, memiliki gaya yang sama dengan Lamine: maju, berduel, tidak takut, dan menikmati bermain,” ujarnya.
“Saya melihat kesamaan (gaya bermain Yamal dan Neymar) antara keduanya,” ujar bek kanan tangguh timnas Brazil yang punya nama panjang Marcos Evangelista de Morais, seperti dilansir Detik.com dan dikutip dari Tribuna dan Europa Press Sport pada 21 April 2026.
“Teruslah seperti itu, jangan ubah apa pun. Semoga dia terus bermain sepak bola dengan riang, menyenangkan, dan penuh tawa. Menikmati sepak bola itu penting,” jelas pemain belakang tangguh timnas Brazil yang memiliki caps terbanyak, 142 dari tahun 1994 -2002. (net/dc/tra/eps/kim/smr)





