Kunjungi KEK Kura Kura Bali, Menpar Widiyanti Dukung Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Menpar Widiyanti Putri Wardhana mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, yang dikembangkan sebagai pusat pariwisata berkelanjutan selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).

Semarak.co – Widiyanti yang didampingi Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development Tantowi Yahya, meninjau langsung bangunan United in Diversity (UID) Bali Campus yang akan menjadi sarana pendidikan unggulan di kawasan ini.

Bacaan Lainnya

“Kami baru pertama kali ke sini, luar biasa bagus sekali. Bangunan ini (UID Bali Campus) adalah bukti nyata implementasi SDGs,” ujar Widiyanti, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Siaran Pers Kemenpar2, Kamis (2/10/2025).

UID Bali Campus dirancang  menjadi pusat pengembangan kapasitas terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin memperdalam pemahaman mengenai SDGs. Selain itu, KEK Kura Kura Bali juga sedang dalam tahap membangun dermaga marina internasional berkapasitas 145 yacht.

Dermaga yang masih dalam proses konstruksi akan terintegrasi dengan berbagai fasilitas pariwisata, perdagangan, dan layanan maritim. Hal ini sejalan dengan program unggulan Kemenpar, yakni Pariwisata Naik Kelas, salah satunya fokus pada pengembangan wisata bahari.

Data terbaru menunjukkan realisasi investasi pariwisata di Bali pada semester I 2025 mencapai Rp7,10 triliun, atau 20,8 persen dari total investasi pariwisata nasional. Sementara itu, capaian investasi KEK Kura Kura Bali pada periode yang sama menembus Rp260,96 miliar, setara 14,53 persen dari target investasi tahun 2025.

Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development Tantowi Yahya mengungkapkan optimisme besar atas keberadaan marina tersebut. Menurut para ahli, marina Kura Kura Bali digadang-gadang akan menjadi salah satu yang tercantik di dunia.

“Kita patut bangga karena lokasinya berada di dalam teluk, sehingga tidak ada ombak besar. Kapal-kapal (yacht) akan terlindungi dengan baik dan bisa ditampung hingga 145 unit,” kata Tantowi. (hms/smr)

Pos terkait