Grafis larangan ASN mudik. foto: humas PANRB

Mendekati hari Raya atau Lebaran Idul Fitri dan sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 8/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Mudik dan/atau Cuti Bagi Pegawai ASN dalam Masa Pandemi Covid-19.

semarak.co-Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Prof. Agus Pramusinto turut mengimbau agar seluruh ASN benar-benar mematuhi ketentuan tersebut. ASN harus berpartisipasi aktif dalam pencegahan potensi penularan COVID-19 melalui kluster mudik.

Ketua KASN menegaskan bahwa setiap ASN harus menjadi figur panutan dan turut mengimbau keluarga dan lingkungannya masing-masing untuk tidak melakukan mobilitas mudik.

“Momentum ibadah puasa Ramadhan patut menjadi alat pengendalian diri kita dan untuk turut menjaga agar tidak terjadi penambahan risiko penularan pandemi saat mudik,” tambah Agus dalam rilis humas KASN yang dilansir melalui WAGroup JURNALIS PANRB, Jumat (7/5/2021).

Selanjutnya Ketua KASN menyampaikan, akses silaturahmi visual kepada keluarga di daerah, pada saat ini sangat mudah melalui telepon genggam kita masing-masing. Agus juga berharap seluruh ASN mampu mengendalikan diri, melindungi keselamatan bersama.

BACA JUGA :  Kementerian PANRB Tetapkan Nilai Ambang Batas SKD Sekolah Kedinasan

Sebelumnya Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PANRB Rini Widyantini meminta masyarakat untuk melaporkan ASN yang nekat bepergian ke luar daerah/mudik menjelang dan usai Hari Raya Idulfitri 1442H.

Masyarakat dapat melaporkan ke Kementerian PANRB melalui kanal pengaduan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!).

“Pemerintah meminta partisipasi masyarakat sebagai pengawas eksternal untuk melaporkan ASN yang terbukti mudik saat lebaran tahun ini,” jelas Rini pada program Kementerian PANRB News Update oleh humas yang kemudian dirilis melalui WAGroup JURNALIS PANRB, Kamis (6/5/2021).

Laporan dapat dikirimkan dengan menyertakan nama ASN yang bersangkutan, instansi dan satuan kerja, lokasi dan bukti dukung (jika ada), melalui situs lapor.go.id, SMS 1708, atau aplikasi SP4N LAPOR! pada sistem Android dan iOS.

Sebelumnya, Kementerian PANRB menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri PANRB No. 8/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Ke Luar Daerah Dan/atau Mudik Dan/atau Cuti Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Masa Pandemi Covid-19. Pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah berlaku selama tanggal 6-17 Mei 2021.

BACA JUGA :  Pilkada Sumbar 2020, Sekjen Ingatkan Gerindra Majukan Orang-Orang Pilihan, Andre Sebut 2 Nama

Rini mengimbau ASN agar menjadi contoh dan mengajak keluarga, masyarakat, serta lingkungannya untuk tidak mudik. “Jangan sampai lengah. ASN harus jadi pelopor untuk tidak mudik lebaran di tahun ini,” tegasnya.

Hal ini semata-mata untuk menekan angka kasus penularan Covid-19 yang cenderung naik pada saat libur panjang. Rini menegaskan akan memberikan sanksi bagi ASN yang terbukti melanggar larangan mudik lebaran tahun ini. “Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) wajib memberikan sanksi disiplin kepada ASN yang nekat mudik,” tegasnya.

ASN yang melanggar akan diberikan sanksi disiplin sesuai PP No. 53/2010 tentang Disiplin PNS dan PP No. 49/2018 tentang Manajemen PPPK. Selain itu, PPK di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah diminta mengisi formulir pelaporan mudik melalui s.id/LaranganBepergianASN yang sudah terhubung dengan database Kementerian PANRB. (del/ (nkk-net/smr)

LEAVE A REPLY