Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan, negaranya tidak menginginkan perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Meski demikian, Teheran memastikan akan memertahankan kedaulatan, wilayah, dan kepentingan nasional jika menghadapi ancaman dari pihak luar.
Semarak.co – Pernyataan itu disampaikan ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) masih tinggi. Dilansir Reuters dan Al Arabiya (4/8/2026), Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa perang bukanlah pilihan yang diinginkan pemerintah Iran.
Menurutnya, stabilitas kawasan hanya dapat diwujudkan melalui penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara dan penyelesaian sengketa melalui jalur diplomasi. Namun, ia menegaskan, Iran tidak akan ragu mengambil langkah pertahanan apabila keamanan nasionalnya terancam.
Pernyataan itu muncul setelah Presiden Donald Trump mengklaim, pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung. Klaim itu langsung dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Iran yang menegaskan tidak ada negosiasi ataupun pertemuan resmi yang dijadwalkan antara kedua negara.
Situasi di kawasan Teluk juga masih menjadi perhatian dunia. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia, terus memicu kekhawatiran pasar global. Gangguan terhadap jalur itu dinilai dapat memengaruhi distribusi energi internasional dan mendorong volatilitas harga minyak dunia.
Sejumlah negara dan organisasi internasional terus menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang dapat memerburuk situasi. Upaya diplomatik dinilai menjadi jalan paling efektif untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.
Meski menyampaikan nada yang lebih moderat, Iran tetap menegaskan, kemampuan pertahanannya akan digunakan jika diperlukan. Pemerintah Iran menyatakan sikap itu merupakan bagian dari hak setiap negara untuk melindungi integritas wilayah dan keamanan rakyatnya di tengah situasi yang masih belum menentu. (net/rts/aa/kim/smr)





