Ini Negara-negara dengan Puasa Terlama

Menantang, ini dia negara-negara yang mengalami Puasa Terlama dalam arti durasi lamanya berpuasa jauh lebih lama dibanding yang kita rasakan di bumi Indonesia. Jika di Nusantara hanya 13 jam. Di belahan dunia lain malah ada yang hingga 20 jam. Ruaar biasa.

Semarak.co Dari Norwegia hingga Finlandia yang terletak di daratan benua Eropa, durasi puasa bisa mendekati dua puluh (20) jam sehari, begitu yang terpantau oleh media Arab, Al Jazeera seperti dilansir Rri.co.id dan Gulf News pada tanggal 19 Februari 2026.

Bulan suci Ramadan, setiap tahunnya, memang selalu menghadirkan kisah berbeda masing-masingnya, bahkan di setiap belahan dunia, khususnya prihal panjang-pendeknya waktu selama berpuasa menahan haus dan lapar yang dirasakan setiap hari.

Di beberapa negara tertentu, durasi puasa bisa terasa jauh lebih panjang dibanding wilayah tropis yang waktu lamanya relatif stabil sepanjang tahun. Fenomena ini paling terasa di kawasan Eropa Utara ketika Ramadan bertepatan dengan musim panas.

Berdasarkan laporan berbagai media global, seperti media internasional ternama Timur Tengah, Al Jazeera, durasi Shaum Ramadan yang dialami umat berpuasa di wilayah utara bisa mendekati dua puluh (20) jam sehari.

Salah satu negara dengan durasi puasa terlama adalah Norwegia yang berada di dekat Lingkar Arktik. Di kota Tromso, Norwegia, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa hampir dua puluh jam ketika matahari nyaris tak tenggelam.

Negara berikutnya adalah Swedia yang memiliki karakteristik geografis serupa dengan negara Norwegia. Laporan dari Gulf News menyebutkan durasi puasa di wilayah utara Swedia bisa mencapai sekitar sembilan belas hingga dua puluh jam yang berlangsung setiap hari.

Tak kalah ekstrem, Finlandia juga masuk dalam daftar negara dengan puasa terlama di dunia. Di Helsinki dan wilayah utaranya, waktu antara sahur dan berbuka, dapat berlangsung sangat panjang mendekati sembilan belas sampai dua puluh jam.

Perbedaan durasi ini terjadi karena posisi bumi terhadap matahari memengaruhi panjang siang dan malam. Semakin dekat suatu wilayah dengan kutub, semakin lama matahari bertahan di atas cakrawala selama musim panas.

Meski terasa berat, umat Muslim di negara-negara itu tetap menjalankan ibadah dengan penuh keteguhan. Kisah mereka menjadi pengingat bahwa Ramadan menghadirkan tantangan berbeda, namun semangat spiritual tetap menyatukan umat. (net/rci/alz/gn/kim/smr)

Pos terkait