Hikmah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Ingatkan pada Habib Rizieq Shihab

Muhammad Rezzasyah. Foto: dokpri

Oleh Muhammad Rezzasyah *

semarak.co-Malam ini (Rabu 10/3/2021) adalah malam Isra Mi’raj-nya Nabi Muhammad SAW. Isra Mi’raj ini terjadi pada 27 Rajab tahun 621 masehi dan pada waktu itu umur Nabi Muhammad SAW adalah 51 tahun.

Bacaan Lainnya

Sebelum kita bahas sejarahnya lebih lanjut, mari kita perhatikan terlebih dahulu tentang keadaan cucunya Nabi Muhammad SAW, yaitu Imam Besar Habib Rizieq Shihab (HRS) yang saat ini seperti diakui banyak umat terzalimi penguasa yang menggunakan kekuasaannya secara sewenang-wenang dan menegakkan hukum secara suka-suka.

Masih pedulikah kita dengan cucu Nabi? Jawablah dengan hati nuranimu, lalu renungkanlah dengan baik-baik kisah Isra Mi’raj dibawah ini. Pada suatu masa Rasulullah SAW pernah mengalami masa yang sangat sulit.

Dimana beliau harus kehilangan 2 orang terdekatnya yang selalu mendukung perjuangannya untuk menegakkan agama islam, yakni pamannya Abu Thalib dan istri tercintanya Sayyidah Khadijah RA. Tak hanya itu, Rasulullah pun masih harus menghadapi tantangan dan teror yang tiada henti dari kaum kafir Quraisy.

Di tengah-tengah duka yang beliau hadapi, Allah memerintahkan Rasulullah SAW untuk melakukan sebuah perjalanan spiritual yang dijuluki dengan Isra’ Mi’raj. Perjalanan spiritual tersebut ditempuh Rasulullah SAW selama satu malam.

Isra’ yang bermakna perjalanan dari Masjid Al-Haram menuju Masjid Al-Aqsha. Dan Mi’raj adalah naik menuju langit pertama sampai ke langit ke tujuh, kemudian terus menuju Sidratul Muntaha hingga bertemu dengan Allah SWT.

Perjalanan malam yang istimewa ini dianugerahkan Allah SWT untuk menghibur dan menenangkan hamba yang sangat ia kasihi, yaitu Nabi Muhammad SAW. Kemudian di dalam perjalanan tersebut beliau diperlihatkan Surga dan Neraka.

Juga menjadi peristiwa Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah berupa sholat lima waktu karenanya disebut di dalam hadits bahwa Sholat adalah mi’rajnya orang beriman.

Perjalanan Isra’ Mi’raj memberi pesan kepada kita bahwa ujian yang kita dapatkan jika dilalui dengan perjuangan dan kesabaran, juga berbekal Iman dan Taqwa, serta Istiqomah dijalan Allah dan Rasulnya, maka akan ada kemuliaan di penghujungnya.

*) Penulis adalah Direktur Kajian #SRUAFamily

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *