Hari ke-84 perang Iran: Pembicaraan AS-Iran Berlanjut di Tengah Upaya Mediasi

Amerika Serikat (AS) dan Republik Iran melanjutkan pembicaraan yang dimediasi, bertukar draf proposal yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan formal yang bertujuan untuk mengakhiri konflik. Saling bertukar pesan dan rancangan proposal untuk menetapkan kerangka kerja formal bagi sebuah kesepakatan.

Semarak.co – Koresponden media Arab, Al Jazeera, Almigdad Alruhaid, (22/5/2026), melaporkan dari Teheran bahwa para pejabat Pakistan terlibat dalam “aktivitas mediasi intensif” antara kedua negara (AS dan Iran) yang tengah berkonflik.

Bacaan Lainnya

Upaya diplomatik ini dilakukan setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ada “beberapa tanda baik” untuk kemungkinan terobosan. Namun, Presiden AS Donald Trump juga memeringatkan Washington dapat mengambil tindakan “sangat drastis”.

Tindakan “sangat drastis” yang dimaksud Presiden AS Donald Trump adalah jika Republik Iran “tiba-tiba” menolak untuk menyerahkan persediaan uranium (yang diperkaya) nya kepada Paman Sam yang kata Trump untuk dimusnahkan.

“Kejahatan perang” terhadap pusat penelitian medis: Iran menuduh AS dan Israel melakukan “kejahatan perang” dengan mengebom Institut Pasteur Iran di awal perang, setelah jurnal The Lancet memeringatkan, serangan itu sangat merusak pilar utama sistem kesehatan masyarakat negara tersebut.

Ribuan orang diselamatkan dari reruntuhan: Bulan Sabit Merah Iran mengatakan para pekerja bantuannya menyelamatkan lebih dari 7.200 orang yang terjebak di bawah reruntuhan selama serangan AS dan Israel dan untuk pertama kalinya membagikan rekaman para penyintas yang ditarik dari bangunan yang hancur.

Diplomasi perang ‘Garis merah’ nuklir harus bergeser: Doug Bandow, seorang peneliti senior di Cato Institute, mengatakan AS dan Iran perlu melampaui “garis merah” yang saling bertentangan terkait program nuklir Teheran agar negosiasi dapat mencapai kemajuan.

Berbicara kepada Al Jazeera, Doug Bandow mengatakan bahwa kedua belah pihak harus bersedia berkompromi dan terus melanjutkan pembicaraan serius jika mereka ingin menghindari eskalasi lebih lanjut dan menjauh dari perang.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan negosiasi dengan Iran telah menunjukkan “beberapa kemajuan”, sambil memeringatkan bahwa masih belum jelas apakah kesepakatan dapat tercapai dalam beberapa hari mendatang.

Rubio mengatakan bahwa Presiden Donald Trump masih lebih menyukai kesepakatan diplomatik, tetapi memeringatkan Washington memiliki “pilihan lain” jika pembicaraan yang sudah dirancang dan perundingan lebih intensif gagal.

Upaya mediasi Pakistan semakin intensif di Teheran: Alruhaid dari Al Jazeera mengatakan bahwa para pejabat senior Pakistan terlibat dalam “aktivitas mediasi intensif” di Teheran seiring dengan percepatan upaya untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Sementara seorang pejabat senior Iran mengatakan para negosiator hampir mencapai kesepakatan dan sedang mengerjakan draf teks, sumber lain memeringatkan bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan apakah kesepakatan akhir sudah dalam jangkauan. (net/alz/kim/smr)

Pos terkait