Harga Minyak Dunia Tembus 91 Dolar AS, Ketegangan Amerika-Iran Guncang Pasar Energi

Harga minyak dunia kembali menguat pada Rabu, 19 Agustus 2026, setelah ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran meningkat serta ketidakpastian pelayaran di Selat Hormuz terus membayangi pasar energi global internasional.

Semarak.co – Minyak Brent, patokan internasional, bergerak di atas 91 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate mendekati 85 dolar AS. Kenaikan tersebut memperpanjang tren penguatan minyak selama beberapa sesi terakhir di pasar global terkini.

Bacaan Lainnya

Kantor Berita Inggris, Reuters (19/8/2026), melaporkan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz masih sangat terbatas. Pada Senin, hanya enam kapal komoditas tercatat melintas, jauh di bawah rata-rata sepuluh hari sebelumnya sebanyak sebelas kapal saja.

Iran menyatakan Selat Hormuz akan tetap tertutup sampai Paman Sam memenuhi sejumlah persyaratan kesepakatan sementara, termasuk pencabutan sanksi minyak dan penghentian ancaman operasi militer terhadap Teheran dalam waktu mendatang.

Presiden Donald Trump mengatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung maupun dijadwalkan dengan Iran. Pernyataan itu memerbesar kekhawatiran pasar mengenai berlarutnya konflik dan gangguan pasokan energi kawasan dalam jangka panjang.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia. Gangguan berkepanjangan dapat meningkatkan biaya pengiriman, memperketat pasokan minyak, serta mendorong harga bahan bakar dan inflasi global lebih tinggi secara signifikan.

Kenaikan harga minyak berpotensi memberikan tekanan kepada konsumen dan pelaku usaha, termasuk melalui biaya transportasi serta produksi. Pasar kini mencermati perkembangan diplomasi Washington dan Teheran serta aktivitas pelayaran regional tersebut. (net/rts/cg/kim/smr)

Pos terkait