Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan program BAZNAS Microfinance Majelis Taklim (BMMT) bersama Muslimat NU, Aisyiyah, dan Fatayat. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi umat melalui tangan-tangan kreatif perempuan di majelis taklim.
Semarak.co – Wakil Ketua BAZNAS Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan peresmian ini bukan skedar seremoni administratif, melainkan manifestasi dari visi besar BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
“Alhamdulillah, “Ini merupakan ikhtiar baru untuk memberikan akses modal berbasis syariat guna menjauhkan umat dari praktik-praktik yang menjerat ekonomi mereka melalui pinjaman yang tidak sesuai dengan syariat,” ujar Zainut, dirilis humas melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Jumat (1/5/2026).
Zainut menjelaskan, selama ini banyak masyarakat kecil yang kesulitan mengakses permodalan sehingga kerap terjerat pinjaman online maupun rentenir. Karena itu BAZNAS hadir menyediakan modal yang berkeadilan dan tanpa bunga.
“Kami berharap majelis taklim tidak hanya sekadar menjadi tempat pertumbuhan nilai spiritual, tetapi juga berkembang menjadi kelompok dengan usaha kreatif dan produktif. Melalui sentuhan permodalan ini, kreativitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai manfaat zakat lebih produktif,” kata Zainut.
Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Imdadun Rahmat menjelaskan, program BMMT ini berkolaborasi dengan Muslimat NU, Aisyiyah, dan Fatayat NU. Menurut Imdadun, saat ini sudah terbentuk 32 unit BMMT yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Sejauh ini, BMMT telah melayani 1.309 penerima manfaat yang tersebar di 23 provinsi dan 28 kabupaten/kota. Total pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp3.195.995.000,” ungkap Imdadun.
Imdadun juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas sinergi yang terjalin dengan organisasi-organisasi perempuan majelis taklim. Ia berharap program ini memberikan keberkahan dan kemanfaaatan bagi semua pihak.
Wakil Ketua PP Muslimat NU Romlah Widayati, terima kasih kepada BAZNAS atas bantuan modal melalui program BMMT. Ia berharap hadirnya BMMT bisa menjadi solusi bagi perempuan dan ibu-ibu majelis taklim untuk mengembangkan kreatifitas dan perekonomian mereka.
“Kami memiliki hampir 70 ribu anggota di seluruh Indonesia. Dengan bantuan modal usaha ini, majelis taklim tidak hanya terfokus pada pengajian dan ilmu agama saja, tetapi mampu memberdayakan ekonomi keluarga dan harapannya bisa mengentaskan kemiskinan di masyarakat,” kata Romlah.
Ketua Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat Aisyiyah Utik Bidayati mengatakan, program ini diharapkan juga dapat meningkatkan partisipasi ibu-ibu di majelis taklim, tidak hanya untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga memperluas wawasan ekonomi mereka
“Melalui inisiatif ini, para anggota memiliki keterikatan yang lebih kuat untuk hadir di majelis taklim, tidak hanya untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga untuk memperluas wawasan ekonomi bahkan mendapatkan akses permodalan,” tambahnya. (hms/smr)





