Gubernur Melki Apresiasi Suksesnya Program Prioritas Kemendikdasmen di NTT

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat kunjungan kerja ke NTT.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, pihaknya  berkomitmen menguatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pengembangan potensi daerah dan peningkatan mutu pendidikan.

Semarak.co – Gubernur Melki saat Rakor Implementasi Program Kemendikdasmen dan Sinkronisasi Kebijakan Daerah, memaparkan lima poin penting yang menjadi fokus pengembangan pendidikan, yang salah satunya adalah mendorong kemampuan kreativitas dan inovasi peserta didik.

Bacaan Lainnya

“Sebagai langkah konkret, kami telah meluncurkan program Gerakan Jam Belajar Masyarakat mulai pukul 18.00 hingga 19.30 WITA, dengan tujuan menghidupkan kembali budaya belajar di lingkungan keluarga dan masyarakat,” paparnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Selasa malam (5/5/2026).

Melki juga mengapresiasi kinerja Kemendikdasmen melalui sejumlah program prioritas di NTT. Mulai dari Revitalisasi Satuan Pendidikan, Digitalisasi Pembelajaran, Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga distribusi guru yang dinilai sejalan dan mampu mengurangi kesenjangan pendidikan di daerahnya.

Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah menyatakan, memajukan pendidikan di NTT memerlukan sinergi kuat antarpemangku kepentingan. Komisi X DPR berkomitmen terus mendorong kebijakan pendidikan yang berpihak pada daerah dengan tantangan geografis dan sosial yang kompleks, seperti NTT.

Anita turut menyoroti peran guru dan tenaga kependidikan yang dinilainya bukan sekadar pelaksana kurikulum, melainkan menjadi faktor penting dalam membangun peradaban bangsa. Menurutnya, penghargaan terhadap guru perlu diwujudkan dengan kebijakan yang konkret, seperti peningkatan kesejahteraan dan dukungan kerja.

“Saya mengusulkan untuk penataan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan agar dilakukan berbasis data riil, guna memastikan rekrutmen, distribusi, dan penempatan yang tepat sasaran. Serta program afirmasi khusus bagi daerah terpencil dengan memberi insentif yang layak kepada tenaga pendidik,” ujar Anita.

Anita berterima kasih kepada Kemendikdasmen yang terus berjuang untuk memajukan pendidikan di NTT. Ia juga mengajak seluruh peserta acara untuk menjadikan rakor ini sebagai momentum melahirkan keputusan dan langkah konkret yang berdampak langsung bagi pendidikan di NTT.

“Tidak ada tantangan yang terlalu besar jika kita bersatu, dan tidak ada keterbatasan yang tidak dapat diatasi jika kita memiliki komitmen bersama untuk memajukan pendidikan NTT menjadi lebih baik,” terang Anita.

Mendikdasmen Mu’ti Berbagi Keceriaan dengan Murid di Kupang

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersama ratusan murid SD Inpres Noelbaki lewat Pagi Ceria melakukan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) sebagai salah satu implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat (7 KAIH).

“Kalian semua adalah harapan masa depan Indonesia, 19 tahun mendatang kalian harus menjadi generasi Indonesia yang hebat. Untuk itu, lakukanlah 7 KAIH dalam setiap harimu dan kegiatanmu,” ungkap Mendikdasmen, di Kabupaten Kupang, Selasa (5/5).

Menteri Mu’ti  berpesan, “Beriman dan bertakwalah kepada Tuhan, hormati orang tua dan guru, belajar dengan sungguh-sungguh, rukun sama teman, dan cintai tanah air Indonesia. Lakukan lima hal tersebut agar kelak kalian menjadi generasi Indonesia yang hebat,” ujarnya.

Bupati Kupang Yosef Lede menilai kehadiran Mendikdasmen ke Kupang sebagai bentuk kecintaan kepada guru dan murid di SD Inpres Noelbaki. Ia berterima kasih atas seluruh atensi Kemendikdasmen atas berbagai program yang berjalan di Kabupaten Kupang.

“Kami berdoa semoga Menteri Abdul Mu’ti bersama jajaran diberikan kesehatan, cinta kasih Tuhan, sehingga selalu dalam lindungan dan diberkati Tuhan,” kata Yosef.

Momen Pagi Ceria ini diakhiri dengan penandatanganan prasasti penerima revitalisasi 2026 dan penyerahan bantuan buku bacaan literasi pojok baca. “Semoga sekolah ini menjadi tempat yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), sehingga anak-anak NTT menjadi generasi hebat, cerdas, dan berkarakter,” pungkas Mu’ti. (hms/smr)

Pos terkait