BPJPH Undang Seluruh Lembaga Halal China, Perkuat Kerja Sama Produk Halal

BPJPH menggelar Courtesy Meeting & Discussion with China Halal Certification Bodies, sebagai upaya memperkuat kerja sama produk halal antara kedua negara.

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar Courtesy Meeting & Discussion with China Halal Certification Bodies, sebagai upaya memperkuat kerja sama produk halal antara kedua negara melalui kebijakan wajib halal yang akan berlaku mulai Oktober 2026.

Semarak.co – Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan atau Babe Haikal menyatakan, penguatan kerja sama ini mencakup aspek ekosistem halal secara menyeluruh, mulai dari proses inspeksi, inventori, pengemasan, hingga distribusi produk.

Bacaan Lainnya

“Yuk kita sama-sama membangun ekonomi yang lebih baik. Tentunya dengan semangat saling menguntungkan untuk kedua negara, yang ekspor semakin mudah tapi terseleksi,” ungkapnya, dirilis humas melalui WAGroup Media Halal Indonesia (BPJPH), Rabu (6/5/2026).

Babe Haikal menegaskan bahwa mandatory sertifikasi halal tidak lagi terbatas pada sertifikasi produk semata, melainkan telah diperluas mencakup seluruh rantai distribusi, termasuk pengemasan, penyimpanan, dan distribusi, sebagai penerapan pengendalian halal secara menyeluruh.

“Perusahaan yang sebelumnya hanya memperoleh sertifikasi halal pada produknya, ke depan juga diwajibkan untuk memastikan bahwa proses pengemasan, penyimpanan, dan distribusi memenuhi ketentuan sertifikasi halal.” terangnya.

Kebijakan baru terkait pengendalian halal secara menyeluruh ini akan segera dilaksanakan sesuai tahapan kewajiban sertifikasi halal pada produk halal luar negeri yang akan masuk ke Indonesia. Kebijakan ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kontaminasi oleh bahan non-halal terhadap produk halal secara keseluruhan.

Menurut Haikal, China menjadi negara pertama yang diundang dalam forum ini karena memiliki jumlah LHLN terbanyak serta volume produk yang signifikan dalam hubungan perdagangan dengan Indonesia.

Selain itu, China juga dinilai sebagai salah satu pelopor industri halal dunia dengan produksi produk halal yang terus meningkat sampai dengan  2026. “Jadi, tidak ada salahnya kalau kita lihat dan belajar untuk penerapan di China, padahal mayoritas (penduduknya) non muslim, tapi begitu aware dengan halal,” imbuhnya.

Ke depan, BPJPH berencana menggelar pertemuan serupa dengan lembaga halal dari berbagai negara lain, termasuk yang berada di kawasan Eropa. Upaya ini menjadi bagian dari upaya mendorong sektor halal menjadi kontributor utama dalam pencapaian target ekonomi nasional.

Melalui forum ini, BPJPH berharap kerja sama internasional di bidang jaminan produk halal semakin kuat dan mampu mendorong pertumbuhan industri halal global yang berkelanjutan. (hms/smr)

Pos terkait