ilustrusi kegiatan dukung peningkatan daya saing industri, Sucofindo sharing pentingnya kalibrasi peralatan operasi secara berkala. foto: humas Sucofindo

PT Sucofindo melaksanakan kegiatan web seminar (webinar) guna mendukung peningkatan daya saing industri melalui kalibrasi peralatan operasi secara berkala.

semarak.co– Kegiatan webinar ini merupakan kewajiban Sucofindo untuk memberikan pengetahuan terkait kalibrasi peralatan operasi guna mendukung sektor industri dalam pemenuhan Standard Nasional maupun Internasional dengan acuan ISO/IEC 17025.

Direktur Komersial 2 Sucofindo M. Haris Witjaksono menyampaikan bahwa webinar ini merupakan salah satu upaya Sucofindo menyiapkan pelaku industri dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Sebagai upaya Sucofindo dalam mempersiapkan para pelaku industri memasuki revolusi industri 4.0 guna meningkatkan daya saing,” ujar Haris pada saat membuka webinar seperti dirilis Humas Sucofindo, Rabu malam (23/9/2020).

Webinar yang diikuti lebih dari 450 peserta dari pelaku usaha, membahas mengenai pentingnya implementasi kalibrasi peralatan produksi yang dimiliki oleh semua industri agar diperoleh nilai tambah bagi peningkatan daya saing industri.

“Salah satu tujuan dari kalibrasi itu sendiri adalah untuk menjamin hasil-hasil pengukuran sesuai dengan standar nasional maupun internasional. Jasa laboratorium kalibrasi merupakan salah satu bagian dari jasa laboratorium Sucofindo dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya.

Haris menambahkan, “Laboratorium sentral kami yang berlokasi di Cibitung dan juga terdapat unit-unit laboratorium kalibrasi kami tersebar di beberapa wilayah. Antara lain Medan, Batam, Palembang, Surabaya, Balikpapan dan Makassar mampu memberikan pelayanan kalibrasi alat ukur untuk berbagai jenis peralatan industri.”

Laboratorium Sucofindo dapat mengkalibrasi tujuh besaran secara lengkap, yaitu dimensi, tekanan, massa, gaya, suhu, kelistrikan dan volume. “Laboratorium Sucofindo tentunya didukung fasilitas kalibrasi dengan teknologi terkini,” papar Haris.

Laboratorium Sucofindo dapat melakukan pengujian kalibrasi Instrumentasi Kimia dan Alat Kesehatan. “Laboratorium Sucofindo terkait Kalibrasi Instrumentasi Kimia dan Alat Kesehata sudah terakreditasi ISO SNI: 17025 oleh KAN,” kata Haris.

Pembahasan pada webinar ini dijelaskan Direktur Sistem dan Harmonisasi Industri Badan Standardisasi Nasional (BSN) Donny Purnomo. Pada kesempatan ini Donny memaparkan mengenai Kalibrasi dan ketertelusuran: Elemen penting dalam persyaratan kompetensi laboratorium uji dan kalibrasi.

“Laboratorium harus menetapkan program (termasuk interval) kalibrasi, yang harus dikaji ulang dan disesuaikan kembali untuk menjamin kepercayaan terhadap status kalibrasi,” papar Doni dirilis Humas Sucofindo ini.

Selaras yang diungkapkan oleh Donny, turut sebagai narasumber pada webinar ini Kepala Bagian Kalibrasi & Teknik Gassing menerangkan bahwa semua jenis instrumen/alat ukur yang masih baru, sudah dipakai atau baru diperbaiki harus dikalibrasi.

“Hal tersebut untuk memastikan kondisi instrumen/alat ukur tersebut memang dalam kondisi baik sebelum digunakan,” jelas Gassing.

Haris pun menutup rilis, “Sucofindo siap mendukung dan meningkatan daya saing pelaku industri dalam menghadapi tantangan dunia usaha kedepannya.”

Dalam upaya mendukung pelaku usaha dan industri dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini Sucofindo melayani beberapa jasa untuk melindungi pelaku usaha dan industri dari wabah Covid-19, seperti jasa monitoring kualitas udara dan lingkungan, jasa hygiene industri dan disinfektan monitoring.

Selain itu Sucofindo melakukan inovasi dengan jasa baru dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi terutama menyikapi era Industry 4.0 yaitu jasa Sparing.

Jasa Sparing merupakan solusi sistem pemantauan kualitas air limbah secara terus menerus. Pemantauan dilakukan dalam jaringan infrastruktur dan sistem informasi yang dikembangkan Sucofindo.

Sistem ini memiliki kemampuan untuk melakukan pemantauan kualitas air limbah dengan sistem yang terintegrasi dan sesuai dengan persyaratan teknis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) dan telah dinyatakan lulus uji konektifitas. (smr)

LEAVE A REPLY