President Director of AP II Muhammad Awaluddin (pegang masker hitamnya) bersama Menhub Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan ke Bandara Kertajati dan melakukan pertemuan dengan PT BIJB, PT AP II, PT GMF AeroAsia, dan AirNav Indonesia di Bandung, Jabar, Minggu (9/1/2022). Foto: humas AP II

Seluruh stakeholder berkolaborasi dalam mendorong pengembangan Bandara Kertajati, Bandung, Jawa Barat (Jabar). Adapun Angkasa Pura (AP) II (Persero) bertindak sebagai operator Bandara Kertajati.

semarak.co-Seperti diketahui, Bandara Kertajati dimiliki PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang mayoritas sahamnya dipegang oleh Pemprov Jawa Barat 83,20%, lalu PT Angkasa Pura (AP) II sebesar 14,62%, Koperasi Jabar (1,54%) dan PT Jasa Sarana (0,64%).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan ke Bandara Kertajati dan melakukan pertemuan dengan PT BIJB, PT AP II, PT GMF AeroAsia, dan AirNav Indonesia, pada Minggu (9/1/2022).

Menhub Budi Karya menyampaikan agar Bandara Kertajati dapat menjadi pusat kegiatan logistik dan pemeliharaan pesawat atau Maintenance, Repair and Overhaul (MRO). Kita, kata Menhub, harus gencar mensosialisasikan barang-barang apa saja yang bisa dikirim lewat Bandara Kertajati dan juga keunggulan biaya yang lebih efisien.

President Director of AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, perseroan mendukung arahan Menhub untuk menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat logistik dan MRO. Pengembangan Bandara Kertajati sebagai pusat logistik tepat dilakukan pada tahun ini sejalan dengan tren positif kargo udara sepanjang 2021.

“Ini saat yang tepat mengembangkan Bandara Kertajati sebagai pusat logistik. Sektor angkutan penumpang pesawat masih dalam tahap pemulihan, tetapi sektor angkutan kargo udara sudah menunjukkan hasil positif,” ujar Awaluddin seperti dirilis humas AP II melalui email semarak.redaksi@gmail.com, Senin (10/1/2022).

Sebagai contoh, kutip Awaluddin, sepanjang 2021 pergerakan angkutan kargo di 20 bandara yang dikelola AP II secara kumulatif total mencapai 945.547 ton atau naik cukup signifikan 24,6% dibandingkan dengan 2020. “Peningkatan volume angkutan kargo ini utamanya dipengaruhi bergeliatnya sektor e-commerce,” imbuh Awaluddin.

Bandara Kertajati harus dapat menangkap peluang ini, di mana pada 2022 kami perkirakan volume angkutan kargo akan semakin tumbuh didorong semakin bergeliatnya sektor e-commerce. “Kami perkirakan volume angkutan kargo di 20 bandara AP II pada 2022 dapat mencapai total sekitar 1 juta ton,” papar dia.

Bandara Kertajati dan bandara-bandara AP II, lanjut Awaluddin, harus memastikan dapat mengakomodir kebutuhan seiring dengan tumbuhnya volume angkutan kargo ini. “BIJB telah memiliki rencana untuk membangun kawasan kargo e-Commerce hub di Bandara Kertajati sebagai fasilitas mendukung e-Commerce khususnya terkait pengiriman barang/kargo,” ujarnya.