Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Barekraf) memperkuat eksposur karya animasi pelajar dan mahasiswa melalui dukungan terhadap WAINI International Student Animation Festival (WAINI) Vol. 6 di Yogyakarta, Jumat (1/5/2026).
Semarak.co – Langkah ini merupakan strategi Kementerian Ekraf menjadikan subsektor animasi sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM tahun 2025 mencatat nilai sektor film, animasi, dan video mencapai Rp2,15 triliun.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf Cecep Rukendi menilai, angka ini menunjukkan potensi besar dalam penciptaan nilai tambah dan lapangan kerja. Festival ini menjadi ruang penting untuk memperluas jangkauan karya kreator muda.
Menurutnya, ekosistem animasi perlu diperkuat melalui kolaborasi antara komunitas, kampus, dan pelaku industri kreatif. Kemenekraf mengapresiasi WAINI sebagai ruang bagi talenta muda untuk menampilkan karya dan menjangkau audiens yang lebih luas.
“Momentum seperti ini mempertemukan kreator dan membuka peluang kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Cecep dirilis humas usai acara melalui WAGroup Kemenekraf SiaranPers, Jumat (1/5/2026).
WAINI Vol. 6 hadir dengan identitas baru sebagai International Student Animation Festival, mengusung tema ENTRAPHORIA dengan tagline Animating Connection, One Story at a Time. Festival ini berlangsung pada 30 April hingga 3 Mei 2026 di Concert Hall dan Gedung Serbaguna ISI Yogyakarta.
Dalam penyelenggaraannya, WAINI Vol. 6 turut berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari pemerintah, institusi pendidikan, maupun mitra internasional, di antaranya Bank Indonesia, SAE Indonesia, Gobelins Paris, dan IFI Yogyakarta.
Festival ini menghadirkan berbagai program utama, mulai dari pemutaran dan diskusi film nasional dan internasional, hingga pameran ilustrasi dan karya instalasi interaktif seperti zoetrope animation, grid barrier animation, hingga pojok storyboard dan showreel animasi tradisional.
Selain itu, pengunjung dapat mengikuti berbagai program partisipatif seperti Rimbun Project x Storyline yang mengajak kolaborasi menggambar menjadi animasi, pameran game karya mahasiswa dan studio lokal, serta Interactive Collage Mural.
Program edukatif seperti SKENI (Sekolah bareng WAINI), talkshow, dan mini workshop juga dihadirkan untuk memperkuat kapasitas kreator muda. Festival ini dirancang sebagai ruang tumbuh bersama bagi kreator muda dengan fokus utama para student filmmakers.
Program Director WAINI Vol. 6 Destianawati melanjutkan, serta generasi muda yang membawa semangat dan ide segar dalam dunia animasi. WAINI kami hadirkan sebagai ruang apresiasi sekaligus ruang belajar, agar kreator muda bisa berkembang dan saling terhubung.
“Kami ingin memberikan panggung lebih bagi para student filmmakers sehingga karya anak muda dapat diapresiasi dan menjadi bagian dari ekosistem yang terus berkembang,” kata Destianawati sambil melanjutkan.
WAINI juga menghadirkan program tambahan seperti STICKTOK (Stick The Token) yang mendorong pengunjung menjelajahi seluruh rangkaian acara, serta WAINIMART sebagai ruang bagi kreator memamerkan dan menjual produk kreatif mulai dari art print, zine, hingga merchandise.
Ditambahkan Destianawati, festival ini terbuka untuk umum tanpa biaya dan ditujukan bagi pelajar, mahasiswa, profesional kreatif, hingga masyarakat luas yang ingin mengenal animasi lebih dekat. (hms/smr)





