Manajer Arsenal, Mikel Arteta, dinilai bermain aman saat timnya imbang melawan klub papan atas Liga Spanyol (La Liga Spanyol) Atletico Madrid dalam turnamen Liga Champions. Arsenal bermain aman demi tak kalah di kandang Los Rojiblancos.
Semarak.co – Atletico Madrid kontra Arsenal berakhir imbang 1-1 di Riyadh Air Metropolitano, pada leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis (30/4/2026). The Gunners unggul lebih dulu dari penalti Viktor Gyokeres.
Tuan rumah Atletico Madrid menyetarakan kedudukan juga dari titik putih melalui eksekusi striker Argentina penalti Julian Alvarez. Hasil ini bikin kedua tim harus menang pada leg kedua di Emirates Stadium demi ke partai final.
Arsenal tak banyak menghasilkan peluang berbahaya di pertandingan antar klub negara-negara eropa itu. Hal ini tak lepas dari Meriam London yang lebih banyak bermain menunggu terutama setelah unggul gol Gyokeres.
Arsenal cuma mampu membuat dua tembakan ke arah gawang sepanjang laga dari delapan percobaan. Seperti dilansir Detik.com (30/4/2026), satu tembakan on target mereka berasal dari penalti Gyokeres yang menghasilkan gol.
Kondisi ini tak lepas dari pendekatan taktik Manajer pasukan merah putih Arsenal, Mikel Arteta. Arteta memilih bermain aman demi pasukannya tak kalah di leg pertama. Hasil imbang ini bakal dinilai menguntungkan The Gunners Arsenal.
Pasalnya, pada leg kedua nanti, mereka bakal bermain di kandang sendiri. Arsenal bakal memburu kemenangan di pertarungan itu demi ke final Liga Champions yang sudah digadang-gadang lama Mc Allister dan rekan-rekannya.
Mantan pemain Liverpool yang kini jadi pundit, Stephen Warnock, menilai Arteta tak peduli permainan Arsenal dianggap membosankan di markas Atletico. Menurutnya, Arteta hanya berfokus pada hasil. Pendekatan taktik yang sering dilakukan pria asal Spanyol tersebut di musim ini.
“Arteta tidak peduli melakukan itu malam ini. Selama dia lolos ke final, dan hanya hasil di satu laga itu yang dia inginkan,” ujar Warnock dikutip dari BBC. “Jadi satu hal yang tidak ingin dia lakukan malam ini adalah kalah di leg pertama (main tandang).”
“Jadi saya benar-benar memahami pendekatannya malam ini — dan itu sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan sepanjang musim,” jelas pundit sepakbola Inggris yang kerap diundang televisi dan media untuk menganalisis sejumlah laga. (net/dc/bbc/kim/smr)





