Bintang film kondang “Armageddon”, didiagnosis menderita penyakit bernama demensia frontotemporal (FTD) sejak awal 2023. Pemeran detektif Jhon McClane dalam film action spektakuler “Die Hard”, Bruce Willis dan keluarganya sepakat untuk mendonorkan otak saat ia meninggal dunia nanti.
Semarak.co – Donor otak yang dimaksudkannya itu, kata istri sang aktor, Emma Heming, ditujukan untuk penelitian medis. Keputusan ini diambil sebagai bentuk kepedulian sekaligus langkah untuk memerangi penyakit saraf yang belum ditemukan obatnya itu.
Dengan donor otak dari Bruce Willis, para ilmuwan diharap bisa menemukan obat untuk penanganan demensia. “Keluarga berharap bisa memberikan kontribusi nyata bagi sains, karena selama ini dianogsis FTD (demensia frontotemporal) seringkali terkonfirmasi setelah kematian dengan melakukan otopsi otak,” kata Emma.
Diketahui, bintang film “Armageddon” dan pemeran detektif Jhon McClane yang sangat pemberani di film “Die Hard” dari part 1 hingga part 5, itu didiagnosis menderita penyakit bernama demensia frontotemporal (FTD) sejak awal tahun 2023.
Kemampuan kognitif dan komunikasi aktor kawakan kelahiran Idar-Oberstein, Jerman Barat, pada 19 Maret 1955, terdampak terhadap penyakit itu secara signifikan. Aktor 71 tahun itu kesulitan berbicara sekaligus kurang memahami percakapan.
Selain itu juga terjadi perubahan perilaku yang drastis, karenanya penyakit yang diderita aktor peraih Emmy Award, Golden Globe tahun 1987, menyerang lobus frontal otak yang mengendalikan kepribadiannya.
Untungnya, Bruce Willis, yang pernah membintangi film “Moonlighting” (1985-1989), mendapat dukungan dan dikelilingi oleh keluarganya. Bahkan mantan istri Bruce, Demi Moore kerap datang berkunjung untuk memberikan semangat.
Pihak keluarga memaparkan, kondisi Bruce saat ini terbilang stabil, meski kesulitan berkomunikasi dan mengingat sesuatu. “Kami selalu mengajaknya berbincang, bercanda, menonton video keluarga dan sesekali bertamasya,” kata sang istri, Emma Heming dalam wawancaranya dengan media asing.
FTD atau demensia fronmtotemporal merupakan kelompok penyakit neurodegeneratif progresif yang merusak lobus frontal dan temporal otak, menyebabkan penyusutan pada area yang mengatur kepribadian, perilaku dan bahasa.
FTD sering menyerang usia lebih muda (umur 45 hingga usia 65 tahun) dibandingkan Alzheimer dan menyebabkan perubahan drastis pada perilaku sosial, emosi, serta kemampuan berbahasa. Penyebabnya karena kerusakan sel saraf.
Kerusakan sel saraf hingga terjadi penyusutan di bagian depan atau frontal dan samping (temporarl) otak. Gejalanya secara bahasa akan mengalami kesulitan dalam berbicara, atau bahkan memahami dan atau menemukan kata-kata (afasia).
Gejala perilaku akan lebih impulsif, tindakan tidak pantas secara sosial, kehilangan empati dan melakukan tindakan berulang. FTD berbeda dengan alzeimer. Pada tahap awal tidak menyebabkan kehilangan gangguan ingatan atau memori, melainkan lebih fokus pada perubahan kepribadian dan bahasa.
Bruce Willis, aktor Amerika kelahiran Jerman yang memutuskan pensiun setelah film “Assassin” (2023). Ia salah satu ikon Hollywood yang dikenal dengan film box office-nya, seperti “Die Hard”, “Armageddon”, “The Sixth Sense” dan lainnya.
Sepanjang kariernya, seperti dilansir Timesindonesia.com (1/5/2026) aktor bernama lengkap Walter Bruce Willis, telah mengoleksi berbagai penghargaan. Mulai Golden Globe, dua People’s Choice Awards, dan menerima bintang di Hollywood Walk of Fame pada 2006.
Bintang film bertajuk “The Sixth Sense” yang box office, sukses memenangi dua Primetime Emmy Awards untuk kategori Aktor Utama Terbaik dalam Serial Drama (Moonlighting) dan Aktor Tamu Terbaik dalam Serial Komedi (Friends). (net/tic/kim/smr)





