Menteri Ekraf (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menerima audiensi tim produksi film Happy Eyes hasil kolaborasi. Film feature petualangan anak ini disutradarai, Gilles de Maistre dari Prancis dan didanai StudioCanal France melalui Moana France bekerja sama dengan Jungle Run Production.
Semarak.co – Menekraf menegaskan, proyek film Happy Eyes ini strategis dalam memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Prancis, khususnya subsektor film, animasi, dan video. Kolaborasi ini sejalan dengan implementasi nota kesepahaman (MoU) yang pernah disepakati kedua negara.
“Kolaborasi ini menjadi langkah konkret membuka lebih banyak peluang investasi. Kemenekraf ingin memastikan Indonesia menjadi destinasi atau lokasi syuting yang ramah bagi produksi internasional sekaligus mampu mengangkat talenta lokal ke pasar global,” ujar Riefky, dirilis humas melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Selasa (21/4/2026).
Nantinya, film Happy Eyes diyakini mampu memberi ruang peningkatan kapasitas talenta lokal melalui transfer pengetahuan dari kru berstandar internasional, sekaligus memperluas jaringan profesional sineas Indonesia untuk peluang ko-produksi global.
Sebagai contoh, Kemenekraf juga pernah mendukung proses produksi film Rose Pandanwangi yang melibatkan co-production empat negara sekaligus. Selain itu, Menekraf menambahkan bahwa Pemerintah tengah menyusun skema insentif untuk memperkuat daya saing industri film nasional, termasuk insentif fiskal dan nonfiskal.
“Kemenekraf sedang memfinalisasi skema insentif industri film yang mencakup kemudahan perizinan, penguatan ekosistem, hingga potensi pemberian insentif seperti cash rebate. Kehadiran proyek seperti feature film Happy Eyes menjadi contoh konkret yang dapat memperkaya kebijakan tersebut,” lanjutnya.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Film Happy Eyes menyebut, Indonesia dipilih sebagai lokasi syuting karena kekayaan alam, budaya, dan potensi besar dari industri kreatif yang berkembang. Proses syuting dilaksanakan sekitar 8 minggu dengan lokasi utama Taman Safari Indonesia, Bogor.
“Saat ini kami dalam tahap pre-production, bulan depan akan casting pemain di Indonesia dan rencananya syuting pada pertengahan Juli sampai September. Lokasi syuting akan mengambil tempat di Taman Safari Bogor, Bali, dan beberapa daerah di Indonesia,” kata line producer Film Happy Eyes Chali Sakyan.
Lebih lanjut, produksi film Happy Eyes tidak akan berorientasi pada karya sinema semata, tetapi juga membawa misi edukasi dan promosi termasuk meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan dan satwa melalui cerita yang diangkat.
Cerita Film Happy Eyes terpusat mengenai persahabatan anak perempuan bernama River dengan seekor bayi orangutan bernama Happy. Film ini membawa pesan lingkungan bagi generasi muda supaya semakin banyak yang peduli dan melindungi satwa seperti orangutan yang populasinya terus berkurang.
Pertemuan hari ini sebagai bentuk dukungan kolaborasi yang ingin membawa impact besar dari segi sektor ekonomi kreatif, pariwisata, dan lainnya. Sebab kami butuh perizinan, koordinasi dengan imigrasi soal visa, hingga melibatkan orangutan dalam filmnya. (hms/smr)





