Kereta Api (KA) Batara Kresna relasi Stasiun Purwosari-Wonogiri pergi pulang (pp) telah hadir dengan performa baru, mulai 1 Februari 2025 bersamaan diterapkannya Gapeka 2025. Menggunakan rangkaian baru jenis Kereta Diesel Kelas (KRD) 1 yang merupakan kelas eksekutif dengan kapasitas angkut lebih besar dan kecepatan lebih tinggi.
semarak.co-VP Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, KA Batara Kresna terdiri dari 3 rangkaian KRD1 dan akan dioperasikan dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 96 kursi serta mampu mengangkut hingga 144 penumpang (150% dari kapasitas tempat duduk).
Selain itu, lanjut Anne, kecepatan operasionalnya meningkat hingga 70 km/jam, sehingga waktu tempuh perjalanan menjadi lebih efisien, hanya 1 jam perjalanan saja. Berikut adalah jadwal KA Batara Kresna terbaru:
- Purwosari – Wonogiri: 06.00 – 07.00 WIB
- Wonogiri – Purwosari: 08.00 – 09.00 WIB
- Purwosari – Wonogiri: 10.00 – 11.00 WIB
- Wonogiri – Purwosari: 12.00 – 13.00 WIB
“Hadirnya KA Batara Kresna dalam performa baru ini diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih nyaman, aman, dan efisien bagi pelanggan,” ujar Anne dirilis humas PT KAI melalui WAGroup Pewarta KAI Pusat, Minggu (2/2/2025).
Dengan tarif yang tetap terjangkau, hanya Rp4.000, pelanggan kini bisa menikmati perjalanan lebih cepat dan nyaman dengan waktu tempuh hanya 1 jam. Perubahan ini juga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat di rute Solo – Wonogiri.
Berdasarkan data historis, peningkatan layanan KA Batara Kresna telah memberikan dampak signifikan terhadap jumlah penumpang. Tercatat, tahun 2022 jumlah penumpang 84.342 orang, meningkat jadi 125.472 orang di tahun 2023, dan mencapai 126.188 orang pada 2024.
“Hal ini mencerminkan antusiasme masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan ini. KA Batara Kresna tidak hanya menjadi transportasi harian bagi masyarakat, tetapi juga mendukung sektor pariwisata di Solo dan Wonogiri,” imbuh Anne.
Dengan akses yang lebih cepat dan nyaman, wisatawan dapat lebih mudah mengunjungi berbagai destinasi unggulan, seperti Pasar Klewer, Benteng Fastonburg, dan Pasar Wonogiri. “Kami berharap dengan peningkatan layanan ini semakin banyak masyarakat dan wisatawan yang memilih KA Batara Kresna sebagai moda transportasi utama,” ucapnya.
Perjalanan lebih cepat, nyaman, dan mendukung sektor pariwisata di daerah ini. “KAI mengimbau kepada masyarakat di sepanjang relasi KA Batara Kresna untuk tidak beraktivitas atau berdiam diri di jalur KA atau sekitarnya,” imbuh Anne.
Selain itu, masih Anne, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melewati perlintasan sebidang KA. “Jalur rel hanya diperuntukkan bagi perjalanan kereta api dan bukan untuk pejalan kaki, kendaraan, atau aktivitas lainnya,” tuturnya.
Saat melewati perlintasan sebidang KA, sambung Anne, pastikan untuk berhenti, tengok kanan-kiri, dan silakan melintas jika kondisi aman. “Pastikan mematuhi rambu lalu lintas di perlintasan sebidang dan jangan menerobos palang,” tutup Anne.
Di bagian lain dirilis humas KAI Pusat sebelumnya, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo meninjau pelaksanaan jadwal operasional baru KA Parahyangan relasi (Bandung – Gambir pp) menyesuaikan dengan pemberlakuan Gapeka 2025 terhitung 1 Februari 2025.
Hal ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk terus meningkatkan layanan transportasi bagi masyarakat di koridor Jakarta – Bandung. Jadwal perjalanan baru KA Parahyangan ini merupakan komitmen KAI dalam menyediakan layanan transportasi yang nyaman, aman, dan efisien bagi pelanggan.
“Dengan pemandangan indah di sepanjang jalur, KA ini menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan dengan pengalaman berbeda,” ujar Didiek saat meninjau perjalanan pertama KA Parahyangan di Stasiun Bandung, Jawa Barat, Sabtu (1/2/2025).
Sementara Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin menyambut positif kembalinya operasional KA Parahyangan. Bey mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung upaya PT KAI dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Jawa Barat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KAI atas pelayanan yang diberikan. Dengan adanya kelas ekonomi pada KA Parahyangan, saya yakin ini akan menjadi pilihan yang baik bagi masyarakat,” tutur Bey dirilis humas KAI Pusat melalui WAGroup Pewarta KAI Pusat, Sabtu malam (1/2/2025).
Vice President Public Relations KAI Anne Purba pada kesempatan terpisah mengatakan, KA Parahyangan pertama kali diperkenalkan oleh Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) pada 31 Juli 1971. Kala itu, kereta ini menawarkan layanan kelas eksekutif dan bisnis untuk melayani perjalanan Bandung – Jakarta.
Selama dekade 1980-an, lanjut Anne, KA Parahyangan menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian antara kedua kota ini. Selanjutnya, pada 27 April 2010, layanan ini digabungkan dengan KA Argo Gede, menjadi KA Argo Parahyangan.
“KA Argo Gede sendiri merupakan layanan kereta Argo pertama yang mulai beroperasi pada 31 Juli 1995. Diluncurkan bersamaan dengan KA JS-950 Argo Bromo, KA ini menjadi ikon perjalanan mewah di jalur Jakarta – Bandung,” rinci dia.
Pada 20 Mei 2001, sambung Anne, layanan KA Argo Gede II ditambahkan untuk meningkatkan kapasitas perjalanan di lintas ini. “Namun, pada 27 April 2010, KA Argo Gede dilebur menjadi KA Argo Parahyangan,” jelas Anne.
Setelah melayani masyarakat selama hampir 15 tahun, mulai 1 Februari 2025, nama KA Argo Parahyangan resmi kembali menjadi KA Parahyangan, menghadirkan layanan kelas Ekonomi, Eksekutif, dan Panoramic untuk memenuhi kebutuhan transportasi yang lebih luas.
“Tidak hanya KA Parahyangan, untuk meningkatkan aksesibilitas pelanggan dalam perjalanan Jakarta–Bandung atau sebaliknya, KAI juga menyediakan layanan lainnya,” tukas Anne menutup rilis humas KAI.
Berikut Jadwal Perjalanan KA yang melayani relasi Jakarta – Bandung / PP terhitung mulai 1 Februari 2025:
Rute Gambir (Jakarta) – Bandung:
- KA Papandayan (KA 130): Berangkat 06:35 WIB, Tiba 09:42 WIB.
- KA Parahyangan (KA 132): Berangkat 07:30 WIB, Tiba 10:21 WIB.
- KA Pangandaran (KA 128): Berangkat 08:30 WIB, Tiba 11:43 WIB.
- KA Parahyangan (KA 138): Berangkat 09:15 WIB, Tiba 12:18 WIB.
- KA Parahyangan (KA 136): Berangkat 10:05 WIB, Tiba 13:18 WIB
- KA Parahyangan (KA 134): Berangkat 18:25 WIB, Tiba 21:20 WIB
- KA Parahyangan (KA 140): Berangkat 23:05 WIB, Tiba 02:02 WIB
Rute Pasarsenen (Jakarta) – Kiaracondong (Bandung):
- KA Serayu (KA 284): Berangkat 09:30 WIB, Tiba 13:17 WIB
- KA Cikuray (KA 300): Berangkat 17:20 WIB, Tiba 21:00 WIB.
- KA Serayu (KA 288): Berangkat 19:25 WIB, Tiba 23:26 WIB.
Rute Bandung – Gambir (Jakarta):
- KA Parahyangan (KA 131): Berangkat 05:00 WIB, Tiba 08:00 WIB
- KA Parahyangan (KA 135): Berangkat 06:35 WIB, Tiba 09:40 WIB
- KA Parahyangan (KA 133): Berangkat 11:05 WIB, Tiba 14:12 WIB
- KA Parahyangan (KA 137): Berangkat 13:05 WIB, Tiba 16:04 WIB
- KA Papandayan (KA 129): Berangkat 14:54 WIB, Tiba 18:00 WIB.
- KA Parahyangan (KA 139): Berangkat 19:25 WIB, Tiba 22:24 WIB
- KA Pangandaran (KA 127): Berangkat 21:54 WIB, Tiba 01:10 WIB.
Rute Kiaracondong (Bandung) – Pasarsenen (Jakarta):
- KA Serayu (KA 287): berangkat 00:14 WIB, Tiba 04:17 WIB
- KA Cikuray (KA 299): 07:54 WIB, Tiba 11:35 WIB.
- KA Serayu (KA 283): 13:22 WIB, Tiba 17:22 WIB.
Anne menambahkan, tarif KA Parahyangan untuk kelas ekonomi yaitu berkisar Rp150.000, lalu untuk kelas eksekutif berkisar Rp200.000 – Rp250.000, dan kelas Panoramic berkisar Rp450.000. Tarif dapat berubah, namun tetap dalam tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB).
“KA Parahyangan hadir untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan berbagai pilihan kelas yang dapat disesuaikan dengan preferensi perjalanan masing-masing. Selain itu, rute ini dikenal dengan keindahan alamnya,” imbuh Anne.
Termasuk jembatan-jembatan ikonik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan. “Dengan beroperasinya kembali KA Parahyangan, KAI berharap dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi yang efisien dan ramah lingkungan,” tutup Anne. (smr)





