BNI Syariah Klaim, Qanun LKS Aceh Beri Tren Positif Pertumbuhan Syariah di Indonesia

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (kiri) saat bertemu karyawan BNI Syariah Cabang Banda Aceh, di Banda Aceh, Jumat (22/11/2019). Foto: antara

Direktur Utama PT BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan pemberlakuan Qanun Aceh Nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) provinsi setempat memberi dampak positif pada petumbuhan syariah di Indonesia.

“Saya fikir ini sebuah tren positif, dampak positif dengan adanya qanun (LKS) ya, mudah-mudahan akan berefek positif untuk pertumbuhan syariah di Indonesia,” katanya di Banda Aceh, Jumat (22/11/2019).

Dalam hal itu, kutip Firman, Indonesia memiliki tantangan di masyarakat yang literasinya hanya delapan persen dan inklusi hanya 11 persen terhadap keuangan syariah.

Kata dia, tentu dengan adanya momentum implementasi qanun atau peraturan daerah tentang LKS tersebut akan sangat bermanfaat untuk industri pertumbuhan syariah di Indonesia.

“Karena Insyaallah nanti akan banyak yang sudah mulai melakukan transaksi dengan syariah, dengan adanya qanun ini. Efek qanun ini luar biasa bahkan tidak hanya di Aceh tapi juga di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.

Ia mencontohkan beberapa daerah yang telah mulai sektor perbankannya berkonversi ke syariah seperti di NTB serta bank Nagari di Padang yang juga telah berstatus syariah.

“Dan beberapa transaksi universitas Islam. Universitas berbasis Islam di Indonesia kan banyak, ada Universitas Islam Indonesia, Universitas Sultan Agung, IAIN, dan beberapa pesantren mereka sudah mulai berhijrah transaksi ke syariah,” katanya.

Bank syariah pelat merah ini terus melakukan konsolidasi dalam rangka implementasi Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS). “Tentu dalam rangka implementasi qanun (LKS) di Aceh kami melakukan konsolidasi, baik secara internal BNI Syariah maupun bersinergi dengan Bank BNI yang ada di Aceh khususnya,” katanya.

Dia menyebutkan lawatannya ke provinsi paling barat Indonesia tersebut dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di beberapa perguruan tinggi dan pesantren di Aceh.

Ia mengatakan daerah berjulukan “Serambi Mekkah” tersebut memiliki Bank BNI konvensional sebanyak 31 cabang, yang secara bertahap akan berkonversi menjadi BNI Syariah.

Kata dia BNI induk telah memberi dukungan sepenuhnya pelaksanaan konversi Bank BNI yang ada di Aceh. “Oleh karena itu tentu kami mengucapkan terimakasih kepada Bank BNI induk dan segenap karyawan BNI dan BNI Syariah yang turut mendukung terlaksananya ini,” katanya.

Ia menjelaskan sejauh ini ada beberapa Bank BNI yang telah berkonversi menjadi BNI Syariah, dengan jumlah dua kantor cabang dan lima kantor cabang outlet, termasuk beberapa dana dan pembiayaan. “Tentunya tahun depan diharapkan akan lebih optimal lagi, kalau bisa semuanya telah terkonversi BNI di Aceh. Targetnya 2020 selesai semua,” katanya. (net/lin)

 

sumber: indopos.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *