BAZNAS Evakuasi Ibu Hamil Hendak Melahirkan Terjebak Banjir di Karawang

BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) membantu mengevakuasi ibu hamil yang hendak melahirkan dari lokasi banjir di Dusun Tegal Luhur, Desa Sukamakmur, Telukjambe Timur, Karawang.

BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) membantu mengevakuasi ibu hamil Siti Nurjanah (22) yang hendak melahirkan dari lokasi banjir di Dusun Tegal Luhur, Karawang. Siti dinaikkan perahu karet kemudian dilanjutkan dengan membawanya ke rumah sakit Mandaya Hospital Karawang.

Semarak.co – Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan mengatakan, ibu hamil, lansia, dan anak-anak merupakan kelompok rentan yang harus didahulukan saat terjadi bencana seperti banjir.

Bacaan Lainnya

“Apalagi ibu hamil dan akan melahirkan itu risikonya sangat besar jika tidak segera mendapatkan pertolongan,” kata Saidah, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Senin malam (26/1/2026)

Karenanya kata Saidah, ketika tim BTB mendapatkan informasi dari warga bahwa ada seorang wanita hamil yang hendak melahirkan dan terjebak banjir di rumahnya, tim segera menuju lokasi tersebut untuk mengevakuasi.

“Semoga persalinannya lancar, ibu dan anaknya selamat dan semoga bencana banjir ini juga segera surut sehingga masyarakat Karawang bisa kembali ke rumah dan melanjutkan aktivitasnya,” ujar Saidah.

Saidah menambahkan, kehadiran BTB di lokasi bencana merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS untuk selalu cepat tanggap, menjadi tangan pertama yang menjangkau mereka yang terkena musibah.

BAZNAS Salurkan Makanan Siap Saji untuk Warga Terdampak Banjir di Karawang

BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bersama BAZNAS Kabupaten Karawang mendistribusikan bantuan bahan logistik serta makanan siap saji kepada warga terdampak banjir di Dusun Pasirjengkol, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang.

Menurut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, penyaluran bantuan ini dilakukan secepatnya karena Dusun Pasirjengkol terisolir selama dua hari akibat genangan banjir. Sehingga tim BAZNAS segera mendatangi lokasi dan memberikan bantuan secepatnya.

“Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai respons cepat atas kondisi darurat yang dialami warga akibat banjir yang telah melanda wilayah tersebut sejak sepekan terakhir,” kata Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Dusun Pasirjengkol diketahui telah terisolir selama dua hari akibat genangan banjir yang belum surut, sehingga akses keluar-masuk wilayah menjadi sangat terbatas. Kondisi ini juga menyebabkan aktivitas warga lumpuh, termasuk kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama makanan.

Selain terisolir, kata Saidah, beberapa warga juga memilih bertahan di rumahnya masing-masing dan menolak untuk dibawa ke lokasi pengungsian. Alasannya karena tetap ingin menjaga harta benda mereka agar tetap aman sehingga mereka memilih bertahan di rumahnya.

“Kondisi di Dusun Pasirjengkol sangat memprihatinkan, dengan akses keluar-masuk yang sangat terbatas dan aktivitas warga yang benar-benar lumpuh,” ujar Saidah.

Karena itu kata Saidah, BAZNAS RI menurunkan tim untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh para korban banjir, baik yang berada di lokasi pengungsian maupun yang memilih menetap di rumahnya masing-masing.

“Dalam kondisi seperti ini BAZNAS RI berupaya memastikan kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat. Bantuan yang disalurkan berupa bahan logistik kebutuhan pokok serta makanan siap saji yang dapat langsung dikonsumsi,” ujarnya. (hms/smr)

Pos terkait