Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo (kedua dari kanan) menyaksikan Awarding Ceremony terhadap pemenang lelang Kemitraan Strategis Bandara Internasional Kualanamu antara Dirut AP II Muhammad Awaluddin (ketiga dari kanan) bersama Wakil Direktur Utama InJourney Holding Edwin Hidayat. Foto: humas AP II

PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) sebagai anggota InJourney Holding fokus meningkatkan optimalisasi seluruh aset. Salah satunya Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), melalui kemitraan strategis (strategic partnership).

semarak.co-Sejalan dengan itu, pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu dilakukan dengan skema kemitraan strategis berjangka waktu 25 tahun dengan nilai kerja sama sekitar US$6 miliar termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya Rp15 triliun.

Skema kemitraan strategis ini akan menggabungkan sumber daya yang dimiliki AP II dan mitra strategis, sehingga dapat mengakselerasi pengembangan Bandara Internasional Kualanamu untuk menjadi hub dan pintu gerbang utama internasional serta kawasan bisnis di wilayah barat Indonesia.

Adapun dalam mencari mitra strategis ini AP II menggelar tender secara profesional serta transparan yang diikuti berbagai perusahaan global. Setelah melewati rangkaian proses tender, ditetapkan GMR Airports Consortium sebagai pemenang tender.

Penetapan pemenang tender ini juga melalui proses evaluasi oleh tim juri yang berasal dari pakar industri penerbangan, praktisi, akademisi, dan AP II, serta didampingi oleh notaris dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

GMR Airports Consortium merupakan Strategic Investor yang dimiliki oleh GMR Group asal India dan Aéroports de Paris Group (ADP) asal Prancis, dimana merupakan jaringan operator bandara yang melayani penumpang terbanyak di dunia.

Saat ini GMR Airport mengelola New Delhi’s Indira Gandhi International Airport (Best Airport in India and Central Asia by Skytrax 2019-2021), lalu Hyderabad International Airport di India, Bidar Airport di India, Mactan Cebu International Airport di Filipina, serta tengah mengembangkan Goa International Airport di India, Visakhapatnam International Airport di India, dan Crete International Airport di Yunani.

AP II dan GMR Airports Consortium akan menjadi pemegang saham di joint venture company (JVCo) yakni PT Angkasa Pura Aviasi, yang menjadi pengelola Bandara Internasional Kualanamu. AP II menguasai mayoritas 51% saham di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara GMR Airports Consortium sebesar 49%.

Pada hari ini, Selasa (23/11/2021) di Kementerian BUMN digelar Awarding Ceremony terhadap pemenang lelang Kemitraan Strategis Bandara Internasional Kualanamu, yang dihadiri Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Direktur Utama InJourney Holding Edwin Hidayat, President Director of AP II Muhammad Awaluddin, Dewan Komisaris AP II, dan GMR Airports Consortium.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, kemitraan strategis antara AP II dan mitra global akan mempercepat pengembangan dan peningkatan daya saing Bandara Internasional Kualanamu di ASEAN, sejalan dengan tujuan Bandara Internasional Kualanamu menjadi hub internasional.

Kemitraan strategis antara AP II dan mitra global, terang Kartiko, dapat memperkuat struktur permodalan serta memperkuat penerapan best practice global dalam pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu.